Kepada para perantau…


Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman

Tinggakan negerimu dan merantaulah ke negeri orang

Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan

Berlelah lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan

Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang.

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa

Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam

Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas Bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang

Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan

Saya, seperti kebanyakan remaja laen di indonesia (wadoooh, bahasanya udah mulai serius neh), mulai merantau pas lulus SMU. Pertengahan juni 2001, dari sanggau ke pontianak ke semarang trus ke jogja..

Kalau merantau diartikan sebagai “meninggalkan kampung halaman”, berarti saya mulai merantau pertengahan 1998. Lulus SMP di semarang, ngikut orangtua yang waktu itu bertugas di Sanggau Kalimantan Barat.

Merantaulah maka kau akan mendapat pengganti dari kerabat dan kawan..

Di sanggau, banyak hal baru yang bisa saya pelajari. Banyak sahabat dan teman dari berbagai suku dan agama. Banyak bahasa yang saya pelajari, mulai dari bahasa melayu, batak, toraja, dayak, juga dialek yang biasa dipakai para amoy..πŸ˜€πŸ˜€

Meskipun sanggau cuman kota kecil, dan hal yang paling saya ingat adalah hutan luas dengan air terjun dan durian di belakang sekolah saya..

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman

Tinggakan negerimu dan merantaulah ke negeri orang

Lulus SMU, saya berangkat ke jogja, Kuliah disana…

Jogja, kota pelajar, kota impian…πŸ˜€

Disini saya bener bener merantau, hidup di kos kosan, berbagi tempat tinggal dengan orang lain – yang belum saya kenal sebelumnya..

mengatur pengeluaran sehemat dan se efisien mungkin.πŸ˜€

Belajar bertanggung jawab atas kebersihan kamar yang cuman sepetak itu..

Nyuci baju sendiri (meskipun cuman seminggu sekali) dengan kadar malaaas tingkat tinggi..

Jika rindu masakan mama, kadang saya pergi ke pasar, trus masak sendiri.. Hasilnya??? rasa amburadul pun tercipta… hohohoho.. Bikin tumis kangkung seperti sop (karena airnya kebanyakan) dan bikin sop seperti tumisan (karena kurang air)..

Tempe penyet menjadi andalan di akhir bulan…πŸ˜€πŸ˜€

(dulu cuman 1.500 booo.. )

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa

Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Maret 2005, lulus kuliah, merantau ke Jakarta..

Barengan sama one of my best friend, delvi, berangkat ke Jakarta demi memenuhi panggilan test yang diselenggarakan di UI.

Bekal uang pas pasan, numpang nginep di rumah sodara sodara kami, naik KRL ekonomi yang sumpah penuh sesak!!!, terpukau melihat gedung bertingkat dan pemandangan para executive muda dengan blazer, tas jinjing, dan bermimpi, “kapan kami bisa seperti mereka?”

Gagal dalam test ini, kami kembali ke jogja, Kalah perang…πŸ˜€πŸ˜€

pas wisuda..

Mei 2005, wisuda…

Juni 2005, officially merantau ke jakartaπŸ˜€πŸ˜€

Hanya sendiri, tinggal di rumah sodara, dengan status sebagai pengangguran..πŸ˜€πŸ˜€

Kegiatan sehari hari, beli koran, ngirim lamaran, ke warnet, ngapalin rute bis, jalan jalan naek KRL, busway, ..πŸ˜€

Kalo lagi beruntung, bakal disibukkan oleh test test rekruitment di beberapa perusahaan. Atau mungkin ikut seminar ini itu. atau job fair?? boleeh juga…

Kalo lagi apes ( duit jatah bulanan menipiss ) dan bosen beraat, nyamperin pacar ke kantornya pas jam makan siang..lumayaan bisa ketemuan sambil maksi gratis..Β πŸ˜€πŸ˜€

Berlelah lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan

Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang.

Mei 2006, penempatan kerja LAMPUNG…

sampai sekarang, masih berada disini, jauh dari saudara, kampung halaman…

entah sampai kapan..

 

*) karya imam syafii, dikutip dari buku NEGERI 5 MENARA, A. Fuadi

dedicated 2 alumni SMUNSA sanggau & IP – UII 2001 : laen kali reunian kalo gw pas di jakarta yaaaa??πŸ˜€πŸ˜€

 

5 Komentar

Filed under embuh

5 responses to “Kepada para perantau…

  1. pernah tinggal di Semarang juga toh??
    aku wong Semarang loh ^o^

    • putilaksmi

      dari kecil aku di semarang mbak…
      umur 2 taon sampe smp kelas 3..
      dulu tinggal di semarang timur..
      semarange ngendi mbak?πŸ˜€

  2. wooooalahhh
    aku semarang tengah maklum wog kuto hahaha
    daerah mataram (jl. MT Haryono)
    tp mesti masuk gang senggol dl hehehe..
    dr simpang lima nae sepeda 10 / becak mnt, kl nae motor 5 mnt
    kl jln yaaa..20 menit (kl mau solat iedπŸ™‚

  3. putilaksmi

    wahh,.. iku kutho tenant!!!πŸ˜€
    kapaan yaa? ke semarang lagee??..ntar kalo syauqi liburan ke semarang, ketemuan yaa??πŸ˜€

  4. hehe yo jelas to heheh
    boleh2 eh tp ak kan rmh d Tangerang hehehe..
    ya gpp sapa tau pas brg2 k Smg yaπŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s