farewell my friends…


*ditulis setelah mendengar dan mengetahui beberapa temans yang akhirnya mendapat selembar kertas SK mutasi ke batavia yang mereka dambakan…

sebagai teman,..

merasa ikut merasakan kebahagiaan itu, untuk setiap perjuangan dan keberuntungan itu – saya – ikut bangga temanz, ikut merasakan kuasa illahi yang memang benar adanya – bahwa peluang itu selalu ada..

sebagai manusia,,..

rasa ingiin yang teramat sangaat atas selembar kertas itu, mulai bergejolak dalam hati..

manusiawi..🙂🙂

Sejenak, mulai bertanya pada diri sendiri,

apa saja usaha yg udah saya lakuin untuk dapetin kertas itu???

belum ada, bahkan saya merasa belum cukup khusyuk meminta melalui doa..

🙂🙂

benarkah kota itu yang ingin saya tuju, untuk saat ini??

jika bukan kota itu yg ingin saya tuju untuk saat ini, siap kah ego saya, untuk bersabar menunggu disini -meski bukan untuk selamanya- ?

apakah kalo saya – keluarga kecil ini – tetep stay disini, berarti saya tidak bisa melakukan yang terbaik, untuk masa depan keluarga kecil ini??

apakah kalo kami  *saya+suami* stay disini – berarti kami menyerah dan kalah ???

duluuu *bahkan sekarang masih*, saya sangat menginginkan hidup di kota itu. Rasanya, disana saya bisa dapetin apapun yang saya mau – smua ada disana..

disana, rasa nya GAYA sekali.. mall dimana mana, transportasi segala rupa gampang didapat, hiburan model apa aja ada…

sekolah terbaik, pelayanan kesehatan memadai, fasilitas umum yang lengkap..

iya.. smua ada disana…

sepertinya apa yang saya harapkan atas sebuah kota-untuk ditinggali- ada disana… kecuali udara bersih, kesemrawutan kota yang membuat kita tua di jalan, keamanan dan kenyamanan, dll

sampai suatu saat,

saya tersadar, bahwa kini, prioritas kami bergeser..

ya.. semula saya lalu menjadi kami , kita *saya dan suami*

karier – memang tetap menjadi fokus kami. ber karier, berkarya, untuk menjadikan anak anak kami, penerus kami, generasi yang lebih baik, sehat, tangguh, unggul – dan sejuta kebaikan dan pengharapan lain untuk anak anak kami..

saat ini..

anak kami perlu udara bersih, lingkungan yang sehat dan aman, gizi yang cukup, kasih sayang dan pelukan hangat yang melebihi harapan mereka,..

biarlah dia tumbuh apa adanya, seperti kami kala di kecil dulu…

serta kumohonkan selalu rizki yang berkah dan halal untuk mengiringi setiap langkah mereka..

Mungkin saat ini, Allah meminta kami untuk belajar jadi ‘kepala ular‘ disini untuk akhirnya jadi ‘kepala naga‘ di kota itu, bukan hanya menjadi ‘ekor naga‘..

Farewell my friends..

Selamat bertugas di tempat yang baru, semoga kebahagiaan dan kesuksesan selalu mengiringi perjalanan kalian..

Ku yakin, kan tiba waktu ku di kota impian itu.. indah tepat pada waktunya..

Saat ini, ku cukup bersyukur dengan apa yang ada..

aku baik baik saja, menikmati hidup yang aku punya..

hidupku sungguh sangat sempurna..🙂

7 Komentar

Filed under myself and I

7 responses to “farewell my friends…

  1. Betul jeng Puti, Allah pasti udah punya rencana yang terbaik bagi semua hamba-Nya. Bisa jadi menurut kita jakarta adalah tempat yang terbaik, tapi belum tentu menurut-Nya seperti itu. So, apapun yang terjadi, jalani semuanya dengan ikhlas dan penuh rasa syukur🙂

  2. semangat mba.. buat kita, yang penting ada suami dan anak tercinta, pasti akan selalu terasa surga. mudah2an yah🙂

  3. mba puti, blog nya saya link yah🙂
    makasih..

  4. baru mampir lagi di sini, eh, ada cerita ttg ini, he he…

    sblm pengen bilang ttg ‘sabar’ dan ‘ikhlas’ dan lain-lainnya utk menghibur dirimu, aku pengen komen dulu ttg jakarta…

    Jujur, put, aku heran knp orang pengen banget tinggal di jkt. Apa sbnrnya yang didapat di sana? Sekedar fasilitas? Mall di mana-mana? Hiburan gampang didapat? Sekolah-sekolah yang katanya bagus bertebaran?

    Trus, apa keuntungannya dgn mendapatkan semua itu? Apakah berarti hidup akan lebih enak? Anak-anak akan lebih cerdas?

    Kalo soal hidup lebih enak, he he, rasanya di jakarta justru orang suka cepat stress deh. Kota yang semrawutan, hidup habis di jalan gara2 macet, belom lagi polusinya *pernah liat jakarta dari atas pesawat kan? iiihhh…mengerikan!!! Jakarta tertutup oleh selubung asap tebal!!! *, belom lagi kejahatannya!

    Kalo soal sekolah utk anak2… Ah, sekolah yang katanya bagus dan mahal juga gak menjamin. Lagian skrg juga di mana-mana sudah banyak sekolah-sekolah yang seperti itu yang katanya bertaraf internasional. Lagian malah bukannya lebih banyak putra daerah yang justru berhasil di Jakarta? Itu berarti ‘didikan daerah’ belum tentu lebih buruk daripada ‘didikan jakarta’ kan?

    Jadi yah, gak usah sedih *dan kyknya kamu juga mmg gak sedih kan???😀😀* kalo skrg kamu blm bs tinggal di sana, put. Aku yakin, Syauqi akan lebih baik kalo menghabiskan masa kecilnya di Lampung. Kenapa? Karena tempat itu yang Tuhan pilihkan untuk Syauqi, berarti itulah tempat yang terbaik untuknya…

    wah, aku komen panjang banget yak??? xixixixixi

    O ya, salam buat bang Syauqi di lampung, dari Raja di palembang…wkwkwkwkwk

    • putilaksmi

      Lagian malah bukannya lebih banyak putra daerah yang justru berhasil di Jakarta?

      suamiku berkali kali bilang gitu.. catet lis, berkali kali…
      kata suamiku, “fighting spirit nya beda bund? anak daerah dituntut kreatif dengan segala keterbatasan yg ada, anak jkt, cendrung dimanja sama berbagai fasilitas
      jadi, untuk saat ini, lampung memang yg terbaik untuk kami..🙂🙂
      meskipun, jika peluang dan kesempatan untuk tinggal disana itu datang, aku akan perjuangkan itu … Tapi saat ini, aku cukup menikmati dengan apa yang ada🙂🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s