seorang ibu di suatu pagi…


sebenernya mau di tulis tadi pagi begitu nyampe kantor, tapi apa daya 3 menit sebelum nyampe kantor, rekan kerja sudah terlebih dulu menelpon untuk menyamnpaikan permasalahan yang tengah dihadapi di kantor, yang seketika memecah apa yang saya lamunkan sedari pagi..

pagi ini, sebelum ngantor, seperti biasa saya ajak syauqi muter muter keliling kompleks sambil bercerrita kalo,” hari ini bunda kerja lagi, nanti di kantor mau ini itu, sambil menasehati ntar Oi makan yang banyak, gak boleh ewel dan sejuta bla bla bla lainnya”, kadang saat putar putar itu saya juga ajak dia nyanyi nyanyi sambil joget sekedarnya. Rutinitas ini selalu saya lakukan setiap pagi, saat syauqi masih tertidur pun, pelan pelan saya bangunkan dia dan saya ajak “puter puter yuk??”🙂

Banyak teman yang bilang, “ntar anakmu jadi kebiasaan loh??”😀 , ahhh saya justru membiasakannya seperti ini, karena saya ingin hal ini jadi salah satu kenangan terbaiknya di masa kecil..

pagi tadi perjalanan kami mengitari komplek rumah yang tidak begitu besar ini, menjadi sedikit terhambat, karena sesaat sebelum berbelok ke rumah, mobil kami terhalang oleh sepeda motor yang dikendarai laki laki dan dua orang anaknya. Tidak jauh dari sepeda motor itu, ada seorang wanita paruh baya yang nampak berdiri dan bercakap cakap dengan si pengendara motor. keempatnya nampak berpenampilan sederhana…

deengan sabar saya menunggu…

sehingga nampak di mata saya, si perempuan mencium lembut tangan si lelaki dan menghujani kedua anak itu dengan peluk dan cium..

lambaian tangan dan ucapan dadahhh, mengakhiri pertemuan mereka…

dan mobil kami pun kembali dapat berjalan menju rumah…

seketika saya sadar kalau si ibu adalah seorang ART poco’an (jv : ART yang bekerja dari pagi sampe sore – tidak menginap) yang bekerja di salah satu rumah tetangga saya. sempat terfikir kalo pasti berat baginya untuk ‘meninggalkan’ anaknya demi mengasuh anak orang lain..😦 . Tapi saya yakin, dia punya alasan kuat untuk itu…

sejenak saya merenungi, ahhhh – seorang ibu, siapapun – apapun profesinya, pasti ingiiin selalu dekat dengan buah hati dan keluarga. Namun kadang keadaan belum mengizinkan untuk itu. Seperti saya yang juga merasa dengan bekerja, akan membuat masa depan keluarga kami menjadi lebih baik..

*) selamat bekerja working moms diseluruh dunia, smoga Allah selalu menjaga dan melindungi kita, suami dan anak anak kita..🙂

3 Komentar

Filed under myself and I

3 responses to “seorang ibu di suatu pagi…

  1. bekti

    haha…..ketawa ndiri baca ucapan selamat bekerjanya😀. Emang siapa aja tuh? Kalau dirumah yang sering ngajak puter-puter Jos ya Papa. Mama sibuk dandan *lebay, ga ding*. O ya tukeran link yuk, linknya sudah tak pasang tuh.

  2. I also think the way u think, put. Sering, klo suasana di kantor terasa berat dan memaksa ku untuk mengurangi wkt bersama Raja, rasanya pengen lari…pengen brenti aja… Tp kemudian stlh ditimbang dan dipikirkan, yupe, mmg kondisi saat ini adl lebih baik klo aku bekerja…
    Ah, semoga anak2 kita bs sll ngerti ya put, dan semoga qta bs sll jadi super mom yang tetep bs ngasih perhatian yg terbaik utk keluarga meskipun kita bekerja🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s