hari ini, hari ibu


Ya Allah, menawi kulo diparingi umur pendek, kulo ngenyang sampai anak kulo mentas sedoyo..

terjemahan bebas : Ya Allah – Kalau saya dikasih umur pendek, saya mau menawar sampai saya bisa membesarkan anak anak saya sehingga mereka mandiri..

Tadi adalah doa yang selalu diucapkan oleh mama saya, sejak hari dimana dia melahirkan anak pertamanya. Ya, meskipun umur manusia ditangan Tuhan, tapi mama selalu berdoa demikian..

Mama memberitahu ku tentang doanya ini, tidak lama setelah saya melahirkan syauqi, pada september 2008. Waktu itu, karena jahitan yang belum sepenuhnya kering – ditambah mesti belajar menyusui syauqi, saya sempat ngeluh pada mama, ” Aduuh mah, ternyata jadi ibu kayak gini ya?”

Sungguh saya terharu, Terharu karena kini saya pun merasakan hal yang sama dengan mama, bahwa anak saya adalah prioritas hidup saya..

Kapan hari mama juga berkata, Bahwa salah satu hal yang mendasari keputusannya untuk membantu saya mengasuh syauqi adalah untuk “bayar hutang” kurangnya waktu kebersamaan kami di masa lalu. Ya, sejak kelas 6 SD hingga lulus SMP tiap tahun saya memang cuman ketemu mama 6 bulan. 2 bulan mama menemani kami di semarang, 2 bulan mama menemani bapak di Sanggau – Kalimantan Barat. Selama mama menemani bapak, praktis saya dan mas Bas hanya ditemani ART. Dengan mas Bas, saya belajar mandiri. Di usia itu, kami belajar mengatur uang belanja bulanan, byr listrik, telpon, uang sekolah, uang les les, buku buku, dll. Bahkan bersama kami atasi rasa rindu terhadap orangtua kami. Saya ingat dulu kalo kangen mama, saya sering tidur pake daster mama..Tapi meskipun begitu, tak pernah sekalipun kami merasa kurangnya kasih sayang yang di berikan mama (dan Bapak) tentunya..

Hal itu lah yang memotivasi saya sekarang. Meskipun saya bekerja, meskipun saya dan suami masih tinggal berjauhan, Tak boleh sedikitpun Syauqi merasa kurang kasih sayang dari kami..

Mama  wanita luar biasa karena mama sanggup menjadi apa saja. Mulai dari ibu ibu pejabat yang anggun, sampai harus berjibaku dengan bisnis catering saat saya dan Mas Bas masuk ke Bangku kuliah. Masih jelas dalam ingatan saya, mama yang menahan kantuk karena membuat ratusan bahkan ribuan kue kue untuk menambah uang saku kami.

Selamat hari ibu…

Mama, terimakasih buat semua nya.. Maaf kalau masih sering mbalelo dan keras kepala dengan prinsip ku..

Tak lupa terimakasih terbesarku untuk Ibu (mertua) yang telah mengandung – melahirkan dan mendidik laki laki terbaik untukku. Maafkan puti kalau kadang membuat ibu kurang berkenan..

Untuk Anakku, Syauqi Azhar Al kariim..

Bunda sayang Oi, seperti yang selalu bunda bisikkan di telinga mu setiap hari. Bunda memang Galak ya ‘i? 🙂 tapi, suatu saat Oi akan tau kalo semua ini bunda lakukan untuk Oi juga. Terimakasih untuk setiap keajaiban kecil pada tingkah polah mu Nak?

Terimakasih telah membuat ku menjadi seorang Bunda..

 

 

4 Komentar

Filed under myself and I

4 responses to “hari ini, hari ibu

  1. Hehe…jd penasaran, put, dirimu klo lagi galak gimana penampakannya? Hehe…piss!!😀

    Selamat hari ibu ya Put, ya untuk dirimu, untuk mamamu, untuk mertuamu, dan untuk semua ibu di dunia ini….termasuk diriku juga…:D😀

  2. Selamat hari Ibu juga, Say. gw juga ngerasa belom mampu ngebahagiain Nyokap gw😦

    Btw ternyata jadi Ibu memang luar biasa yah Put🙂

    • putilaksmi

      Iyah,asli gak mudah jadi ibu. Apalagi buat gw yg ngerasa byasa byasa aja tapi dituntut untuk jadi luaaaar byasa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s