java road trip 2011


*) dibuat judul yang sama dengan nama albumnya di account Fb saia.😉

Diawali dari rencana ‘cuti’ the eyangs dalam rangka kontrol rutin ke RSI Sult4n Agung Semarang selama seminggu, akhirnya kami – aih lebih tepatnya saya – mendadak ingiiin pulang kampung.. Apalagi saat itu sedang jenuh jenuhnya sama pekerjaan dan orang orang di kantor. Yaay, setelah di hajar sama laporan dan kesibukan di akhir tahun, rasanya kok ingin rehat sejenak – menyenangkan dan menenangkan diri. Tercetus Ide buat liburan bertiga aja ke tempat tempat tujuan wisata bernuansa alam (pantai – gunung – dll). Tapi ide itu langsung ditolak mentah mentah sama swami:mrgreen: .. Mau tau Alasannya???

Bund, Ayah ini dari kampung, kalau mau liburan cuman liyat sawah – liyat laut – liyat gunung – mendingan kita pulang kampung ajaa. .bisa refreshing sambil silaturahmi sama keluarga..

😀😀😀 hmmm, rumah mertua saya memang ada di desa, sekitar 20 km dari kabupaten cilacap. Gak heran kalau udara di Pagi hari masih terasa sejuk, karena masih banyak sawah dan pepohonan rindang. Jarak rumah ke pantai juga dekat, kurang dari 5 km. Selain itu, Suasana kekerabatan dan kekeluargaan masih sangat terasa. Semua tetangga adalah saudara.🙂 .   Akhirnya saya  menyetujui ide beliau😀 untuk pulang kampung di awal tahun ini..apalagi mengingat tabungan dan cicilan rumah plus mobil yang belum lunas rasanya kurang bijak kalau memakai dana yang ada untuk sekedar berlibur,

Rencana disusun. Dan karena pertimbangan banyaknya kerabat dan saudara yang musti dikunjungi, kami pun memutuskan membawa kendaraan sendiri.  Road trip kali ini akan berute lampung – bekasi – cilacap – semarang – kendal – bekasi – lampung. Meski terkesan ribet – melelahkan dan butuh perjuangan extra keras waktu mengajukan surat permohonan cuti, tapi kami yakin kalau perjalanan ini bakal sangat menyenangkan..🙂

Sabtu, 22 Januari 2011

-kami berangkat ke Bekasi.

eyang bapak - syauqi - eyang mama, happy di kapal fery..🙂

 

Pagi itu, Ayah sengaja dateng dari jakarta ke lampung untuk menemani kami (saya – syauqi + the eyangs) di perjalanan. Bisa dibayangkan betapa capeknya si ayah.. Hari itu, saling contact juga sama temen gara gara ada Info kalau tol merak ditutup, belum lagi gelombang di selat sunda yang katanya tinggi itu.. Alhamdulilah, perjalanan lancar. Meskipun gelombang agak tinggi, tapi kami tidak berlama lama di laut. Kalaupun ada yang mengganggu, paling perbaikan di beberapa ruas Tol merak yang mengakibatkan penyempitan jalur di beberapa tempat. Oia, selama di perjalanan, syauqi kembali memakai pospak. Tadinya saya bersikeras untuk tidak memakaikan POSPAK lagi. Alasannya, saya takut kalau lepas liburan nanti, syauqi lupa TT nya yg bisa dibilang berhasil. Tapi setelah mendengarkan penjelasan dari si Ayah tentang, *kasian kalau harus nahan pipis selama di TOL, atau kebersihan Toilet Umum yang patut diragukan* Akhirnya Syauqi pakai POSPAK lagi.

Jam 17.00, kami sampai di kontrakan ayah di kranji – bekasi barat. Sempet istirahat dan leyeh leyeh sebentar, jam 21.00  saya – ayah – dan syauqi berangkat ke cilacap setelah sebelumnya nganter eyang mama+bapak ke pool bis yang nantinya membawa mereka ke kendal. Malem itu, kami diantar Pak gito. Blio ini driver langganan keluarga si Ayah. Dengan begitu, kami bisa beristirahat selama perjalanan.

Di Cilacap.. (23 – 26 Januari 2011)

Kami sampai di cilacap keesokan harinya jam 5 subuh. Langsung disambut gegap gempita babe & utti nya syauqi. Teh panas – tempe mendoan anget – aneka kripik dan jajanan lain sudah tersaji di meja. Dan kami mulai masuk dalam tahap *makalanlah-semua-yang-kami-sajikan*:mrgreen: . Gak lama, keluarga adik ipar dateng, bawa berbungkus bungkus pecel bunga kecombrang dan beberapa jajan pasar. Aih. lupakan sejenak rencana diet yang entah kapan bisa dilakukan.. hahahha

sampai cilacap langsung asyiik maen sama babe & zihni...

 

Syauqi langsung akrab sama zihni, ponakan kami yang usianya setahun lebih tua dari syauqi. Mereka memang pertama kali ketemu pas kita mudik tahun 2009 lalu. Dan kali ini saya sempat khawatir kalau kalau sifat moody nya syauqi kumat. Ya, syauqi memang cenderung defensif kalau ada orang asing / orang yang baru saja dikenalnya.  Tapi ternyata dugaan saya salah. SYauqi langsung mau main sama  zihni dan cenderung mengalah. Mengingat umur zihni yang lebih besar dan karena sudah sekolah, saya menyadari kalau sifat dan perilaku zihni lebih beraneka ragam, ya, karena usia dan pergaulan. 🙂     Zihni sering sekali mencubit pipi syauqi karena gemas, belum lagi zihni suka mengambil mainan yang sedang dimainkan oleh syauqi. Apa yang dipegang syauqi , menjadi hal yang menarik buat zihni. Buat saya, itu biasa. Justru saya pengen tau gimana reaksi syauqi mengingat anak ini terbiasa hidup dengan orang yang lebih dewasa dan selalu melindungi dia.Hebatnya atas semua perilaku zihni itu, syauqi tidak menangis dan tidak melawan kalau pipinya dicubit, paling kalau terlalu sakit, dia akan lari ke arah saya sambil berujar, “sakiit bunda“. Dan saya cuman bilang, “Knapa Nak? Dicubit gemes sama kakak yaa? kakak itu sayang sama Oi, kakak gemes sama Oi, tapi kakak gak tau kalau Oi sakit. Makanya, kalau sakit, Oi kasih tau kakak aja yaa?” . And it works. Mereka kembali bermain bersama, bergandengan tangan bahkan saling berpelukan, mesraaa sekali. Lain lagi kalo mainannya *syauqi bawa hampir semua koleksi hot wheels nya*direbut sama zihni. Syauqi nggak marah, paling hanya melihat zihni memainkan mobilannya dan kemudian mengambil mobil yang lain untuk dimainkan.

Sikap syauqi yang seolah bisa ‘ngemong‘ ini membuat kami bangga. Bahkan babe & utti nya sempat memuji cara kami mendidik syauqi. Padahal, jangan ditanya kelakuan si bocah kalau di rumah, apalagi sifat moody nya.. Makasih ya Nak? untuk bisa bersikap baik dan bersahabat selama liburan.

Menurut teman, yang kebetulan mendalami masalah psikologi, anak bisa saja bersikap sangat baik dan mengalah, karena si anak tau kalau dia adalah ‘pendatang‘. Jadi dia harus menyesuaikan diri dengan lingkungan. Sementara saat di rumah, dia adalah pusat perhatian dan ‘penguasa‘ rumah. Jadi, orang lain lah yang harus menyesuaikan diri dengan dia, ah ada ada aja yaa??😀😀

Ok, balik lagi ke ‘ngapain aja kita selama di cilacap?’ Yang jelas, silaturahmi ke keluarga dan kerabat dekat, puter puter kota cilacap – ke teluk penyu dan liyat nusa kambangan dari sini, kapan kapan penasaran pengen nyebrang ksana, liyat cia cia cilacap – macam pusat kuliner yang dibuka tiap sabtu dan minggu malam dan sempet surprised begitu tau kalo di kota kecil ini udah ada G14nt.😀😀

Di cilacap, kurang afdol rasanya kalau nggak nyobain mendoan – sroto (macam soto yang disajikan dengan sambal kacang dan makan pake ketupat) dan maem bakmi jowo deket rumah mertua. Gak lupa beli oleh oleh aneka ikan asin – sale pisang – keripik tempe – klanting aneka rasa – kerupuk tengiri – abon tuna- teri goreng yang semuanya murah meriah..

monggo dicicipin mendoan anget nya....

 

Meskipun bukan kampung sendiri (cilacap adalah kota asal suami), saya justru lebih merasa kerasan disini. Mungkin karena udara nya yang tidak sepanas kendal, dan yang paling penting adalah suasana kekerabatan antar tetangga yang masih khas ‘ndeso’ nya. Syauqi juga banyak dapat pengalaman baru di rumah babe & utti nya. Bocah ini girang mintak ampun waktu makan jambu air dan minum kelapa muda yang dipetik oleh Pakdhe nya dari halaman rumah, atau bahagia liat lautan luas terhampar, sawah yang menghijau dan takjub liat aneka ikan di empang uyut.

 

Di sini tidak banyak yang mengeluh harga cabe naik, karena banyak yang punya pohon cabe di pekarangan – sambel bikinan ibu mertua tetep pedas dan menggigit. Pengen Ayam / bebek, tinggal motong sendiri. Patin , lele, gurame?? ada tuhh di empang mbah buyut. Bahkan ibu mertua cerita – kalau sudah beberapa bulan ini beliau gak beli beras, gara gara dapet beras dari semua tetangga yang panen.. Dan kami pun dapet imbasnya, karena di ‘oleh-olehin’ beras 20 kg. Bukan beras kualitas terbaik mungkin, tapi karena beras baru dipanen dan pemberian dari orang orang yang kami cintai – rasanya mengalahkan beras kualitas terbaik..🙂🙂

2 hari di cilacap, si Ayah dapet Ide buat ngajakin jalan jalan ke Jogja. Kata Ayah, “deket kok bund, cuman 3 jam – udah lama kan kita gak ke jogja?”. Yep, jogja, kota kenangan buat kami. 3,5 tahun saya tinggal disana dan belum pernah mengunjunginya lagi sejak 2005. Kami tau – waktu yang ada tidak banyak. Rabu pagi kita harus melanjutkan perjalanan ke kendal. Maka bermodal nekat – dan izin dari orangtua, berbekal cap cay goreng plus lontong buat bekal makan anak anak selama di jalan, kami berangkat ke jogja. (kami = keluarga saya & kelg adik ipar-om danang, tante novi,zihni-). 4 orang dewasa dan 2 precils..

Keuntungan mudik tidak pada hari lebaran adalah suasana jalan yang tidak terlalu ramai, jadi kita bisa memaksimalkan waktu yang ada untuk mengunjungi tempat tempat yang kita mau. Dan memang, perjalanan kita ke jogja lancar jaya. Jam 21.00 kita sampai ke Jogja. Langsung menuju ke warung “oseng oseng mercon bu narti” di sekitaran RS PKU Muh4mm4d1y4h, tidak jauh dari Malioboro. Oseng oseng mercon adalah daging ‘sandunglamur’ yang ditumis dengan cabe rawit merah alias ‘lombok galak’. Dikatakan mercon karena rasanya yang sangat pedas jadi  seperti mercon, meletup letup di mulut. Jaman saya kuliah dulu, sering bangeet kesini sama mas Bas, kakak saya. Apalagi kalo habis dapet transferan uang saku dari ortu.

Duluu, kalo makan oseng mercon, rasanya gak bisa berhenti ngunyah, karena kalo berhenti ngunyah maka kita bakalan megap megap karena kepedasan. Tapi kemaren waktu kita kesana,  saya gak merasakan oseng yang sangat pedas sampe bikin mata saya berair, buat saya- kemaren rasanya biasa aja. Faktor lidah yang sudah terkontaminasi masakan sumatra yg pedas kah?? atau harga cabe yang mahal – ahhhhh mahalnya harga cabe memang membuat saya menderita karena beberapa makanan favorit menjadi tak sepedas biasanya- .

nasi + oseng mercon...

 

tapi, overall, oseng mercon lumayan membuat kangen saya akan jogja terobati. Makan lesehan di pinggir jalan, pengamen jalanan yang beberapa masih mendendangkan lagu lagu jawa, ahhh damai rasanya hati ini. Meskipun di beberapa sudut kota, nampak megah berdiri pusat perbelanjaan dan hiburan malam.  Oia, kalau tak suka pedas, di warung bu narti ini juga menjual burung puyuh goreng dan babat iso. Mungkin menu yang aneh buat sebagian orang dan bukan menu sehat tentunya, tapi buat lidah jawa saya, seluruh masakan yang ada ini terasa pas di lidah..

Selesai makan, kita menyempatkan diri buat mengunjungi keluarga (kakak dari tante novi) di daerah kauman. Sempet ngobrol lumayan lama dirumah keluarga yang baru kita kenal malam itu. Ahh, mengunjungi dan bersilaturahmi dengan keluarga dekat dan keluarga jauh memang membuat saya bersemangat dan senang. Senang karena bisa bertemu dan berbagi cerita tentang apa saja. Setelah lama ngobrol, akhirnya rombongan kami berpisah. Om danang sekeluarga menginap di kauman, sementara kami memilih untuk beristirahat di hotel terdekat.

Esok harinya, Kami bersiap sepagi mungkin untuk menuju pasar beringharjo dan sekitarnya. Tak lupa sarapan nasi gudeg kumplit yang disediakan hotel untuk kami. Syauqi makan sangat lahap. Dia tampak sangat suka gudeg nya, Aih – lidah memang gak bisa dibohongi ya Nak?

Jam 8 kami ke kauman untuk menjemput om danang dan keluarga. Kendaraan kami parkir disana dan menuju beringharjo dengan naik becak. Bisa dibayangkan betapa senangnya syauqi naik becak. Senyum dan tawa berkali kali menghiasi wajahnya saat angin menerpa wajah dan memainkan anak rambutnya. Bahagia sekali saat mendengar nya mengucap, “ayah – bunda, Oi cenang cekaliii“…

Gak lama, kami sampai di beringharjo, masih terlalu pagi untuk berbelanja karena beberapa pedagang nampak baru saja membuka toko nya. Sempat muter muter sejenak untuk kemudian menyambangi toko langganan tante novi. Dan, gak usah ditanya, saya pun kalap berbelanja batik. 2 kemeja batik untuk syauqi, 4 dress batik anak untuk oleh oleh, 2 daster batik untuk mama & ibu, 2 kaos batik untuk babe, 1 kemeja batik untuk ayah dan 1 rok batik untuk saya. Setelah puas, tante novi menarik saya menuju lantai tiga, “ada banyak jilbab murah disana” gitu bisiknya. 3 jilbab dan beberapa bros peniti jadi pilihan saya. Gak puas hanya di bringharjo, kami keluar menyisiri sepanjang jalan malioboro, beli beberapa aksesori untuk double m dan mampir ke toko batik dengan kualitas yang lumayan bagus untuk beli batiknya Ayah.

orangtua belanja, anak bermain...

 

Hari semakin siang dan kami pun memutuskan buat pulang ke kauman naik andong, Ambil mobil trus balik ke cilacap. Syauqi dan zihni heboooh sekali naik angkutan yang di tarik dengan kuda.. Di Lampung ndak ada andong di jalan ya Nak?

Saya menolak halus tawaran tante novi untuk mengunjungi beberapa mall di jogja. Ya, saya memang selalu menolak kalau harus menghabiskan waktu di mall saat mengunjungi suatu tempat.   Alasan saya, kalau mall dimana mana pasti ada dan suasana nya pun kurang lebih sama.

Selepas pamit dengan keluarga kauman, kami pulang ke cilacap. Tak lupa mampir beli gudeg buat oleh oleh babe & ibu. Rasanya belum puas di jogja. Masih pengen berlama lama untuk melihat setiap sudut kota untuk kembali mengulang kenangan indah yang dulu pernah saya rasakan. Tapi sudahlah, mungkin lain waktu, kami bisa merencanakan lagi untuk mengunjungi kota ini saat tiba waktunya mudik lagi.🙂

Hampir jam 5 sore, kita sampai lagi ke rumah babe & utti. Anak anak berebut turun dari mobil, tak sabar membagi cerita selama di jogja. Dan para bunda juga tak sabar mencoba barang barang yang dibeli selama di jogja. Tinggalkan saja para suami yang sibuk ngangkatin tas dan printilan oleh oleh di mobil …:mrgreen:

 

Malam itu suasana rumah kembali ramai oleh celoteh – jeritan dan tawa anak anak, Obrolan para ayah dan rumpian para bunda. Rasanya tak ingin merapikan koper kembali mengingat besok rabu kita harus ke Kendal. Mengunjungi keluarga besar dari pihak saya, dan menemukan kebahagian lainnya serta arti silaturahmi..

 

Berangkat ke Kendal (26 Januari 2011)..

Rabu Pagi, kita masih sempat mengunjungi beberapa keluarga lagi sebelum bertolak ke Kendal. Terharu saat beberapa sesepuh berucap, “terimakasih sudah menengok kami“.😦😦 . Ya, benar – silaturahmi memang memperpanjang usia, bagaimana tidak karena setelah itu timbul rasa optimis untuk menanti pertemuan pertemuan selanjutnya..Jam 10 pagi, kami berangkat ke kendal, berat rasanya saat melambaikan tangan dan berucap “assalamualaikum – sampai ketemu lagi yaa?” ..

Pak gito kembali membawa kendaraan melaju dengan sangat hati hati. Capek dan sibuk dengan lamunan masing masing, dan cuaca yang mendung sepanjang kalan membuat saya dan suami terkantuk kantuk di dalam mobil. Syauqi pun tertidur dengan lelap di mobil, mungkin kecapean atau sedang menghimpun kekuatan untuk melakukan kesenangan lainnya di kendal..

bobok di mobil, diganjel 'bean bag' di depannya...

 

Jam 3, mobil masuk ke Semarang, tinggal 20 kilo lagi untuk sampai ke Kendal. Dan kami pun memperlambat perjalanan, memilih lewat kota dan melambaikan tangan pada pintu masuk TOL.  Menyusuri kota dan mengingat kembali kenangan yang pernah tertinggal. Melihat bahwa kota itu sudah berkembang lebih pesat sekarang..

Belum terlalu sore saat kita masuk ke kendal dan kami memarkirkan kendaraan di hotel yang bersebelahan dengan gedung tempat kami melangsungkan resepsi pernikahan 3 tahun lalu. Ya, selama di kendal – kami memang tidak menginap di rumah the Eyangs. Alasannya, supaya syauqi dan orangtuanya:mrgreen: cukup istirahat, mengingat kondisi cuaca kendal yang sangat panas baik siang maupun malam.

Kendal merupakan kota tempat kedua orang tua saya berasal. Eyang Bapak dan Eyang mama dulunya bertetangga, rumah mereka hanya selisih 4 gang aja. Hampir semua keluarga besar tinggal disini. Dan bahkan saya lahir disini, meskipun setelah itu menghabiskan masa kecil sampai smp di semarang yang berjarak hanya 20 kilo dari kendal. Karena masa SMU saya habiskan di Sanggau Kalimantan Barat dan kuliah di Jogja, membuat saya kurang merasa akrab dengan kendal. Yeay, kecuali numpang lahir dan numpang nikah.:mrgreen: .

Apalagi setelah ada syauqi, orangtua saya (the eyangs, eyang mama dan eyang bapak) ikut ke lampung. Jadi saya, nyaris lupa dengan kendal, karena membawa mama dan bapak ke lampung rasanya sama seperti membawa kampung halaman (kendal) ikut serta.🙂 Tapi kali ini, saya excited dengan rencana eyang mama untuk membuat acara makan makan bersama di jumat siang. Ah, rasanya seperti memindahkan lebaran di hari itu karena hampir semua sepupu dan keluarga lainnya menyanggupi untuk hadir disana.

hmmm. Balik ke cerita sesampainya di hotel. Setelah beristirahat sejenak dan membersihkan diri, kami menuju rumah the eyangs. Dan bersama kami mengunjungi eyang uyut syauqi. Uyutnya syauqi cuman tinggal 1. Yaitu uyut dari pihak eyang mama (ibu nya mama). Gak lupa mampir sejenak buat beli lontong tahu gimbal buat makan malam kami. Syauqi nampak masih malu malu waktu ‘berkenalan’ dengan uyut nya. Berkali kali matanya melirik uyut, seolah pengen kenal meskipun terjadi Gap kominukasi. Ya, uyutnya syauqi alias mbah putri saya ini gak bisa bahasa indonesia. Jadi, keduanya cuman senyam senyum aja.:mrgreen: . Tapi kekakuan itu gak berlangsung lama, karena syauqi langsung mau memperkenalkan dirinya. “cauqi ajan al kayiiim… panggilannya Oi” . .😀😀😀

Selesai ngobrol sama uyut dan mengantar the eyangs pulang, kami pun kembali ke hotel. Istirahat karena Esoknya kami harus ke Semarang, dalam rangka nganter eyang Bapak Kontrol dan mengunjungi beberapa saudara dan kerabat.. ….. (bersambung ke part 2 ya?? pegel ngetiknya euy)..🙂

5 Komentar

Filed under kalo kita lagi ngumpul, syauqi ku, travelling

5 responses to “java road trip 2011

  1. wah liburan seru…

    wah langsung membayangkan suasana pedesaan dan kekerabatannya, sama ketika beberapa kali akhir2 ini aku bisa pulang kampung, memang sungguh indah ya put…banget, itu yang selalu ngangeni dan pengen “bali kampung” seperti yang pernah kita obrolin mengapa.

    Sudut jogja memang ga ada matinya, selalu bisa menyimpan kenangan yang indah, bisa bayangin romantisme hati ketika kaki menapak kembali di kota itu, rsanya belum puas tapi sudah harus meninggalkannya kembali.

    so? jadi liburan ke jawa lagi liburan besok ini??🙂
    (seneng sama poto kalian yang bertiga itu, sumringah banget…)

    • putilaksmi

      yaa, banyak kota dijawa yang penuh kenangan dan ketenangan.. Ati ini rasanya tentreem dan nglarass banget yo jeng..

  2. Wah, ada yang blog theme nya baru niiyyyy…

    Iya, put, ni lagi sibuk2nya, makanya lom sempat cerita2 soal liburan Natal kemaren…xixixi….

    Ceritanya seru, Put. Memang selalu mengasyikkan untuk pulang kampung dan ketemu keluarga besar yah…dan selalu terasaaa banget sedihnya ketika musti pisah lagi, hehe…

    Btw, Put, lontong tahu gimbal tuh penampakannya yang gimana??? Tar di episode lanjutannya, dipajang yah bentuk dan ukurannya😀😀

    • putilaksmi

      aduuuh lis, ndak ke capture deh lontong tahu gimbal nya..
      Makanan ini emang khas sekali di kendal maupun semarang. Terdiri dari lontong, irisan tahu, dan gimbal (macam bakwan udang) plus daun kol. Disiram pake sambel kuah kacang dan gula merah encer + kecap. Asem pedes dan maniss (sangat njawani).
      Kapan kapan kalo kami bikin di rumah, di share deh.. :D:D

  3. Ping-balik: Lebaran 1432 H #1 | when live is like come by to have a drink…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s