Best friend story..


Saya bukan tipikal orang orang punya banyak sahabat. Teman, ada. Tapi sahabat?? hummm jarang sekali.

Mungkin karena saya ini orang yang aneh:mrgreen: . Dengan Sahabat, berarti saya tidak perlu menjadi orang lain untuk bisa dekat. Punya mimpi untuk dibagi dan berlanjut dengan saling support serta tak perlu marah kalau sahabat mengingatkan dengan kata kata yang lugas dan tegas. Karena berkata manis didepan dan menjelekjelekkan dibelakang, tidak ada dalam kamus saya.

Bersahabat juga tak selamanya akrab, akan banyak pertengkaran kecil yang pada akhirnya akan mendewasakan kami…

Mungkin, saya juga bukan sahabat yang baik. Saya tak pernah menegur sahabat jika dia dinilai salah oleh orang lain. Tapi saya siap jadi orang pertama yang menampung segala keluh kesah sahabat saat semua orang menyerangnya karena kesalahannya dan memberi saran jika dia meminta..

Sekilas ilustrasi tadi menggambarkan kalau seolah olah saya ini orangnya baiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiik banget.. santuuuuuuuuuuun banget..

๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Salah satu sahabat terbaik saya, Delvi namanya..

Kami kenal di Kampus – saat itu kami baru semester 3 sekitar awal september 2002 . Di semester ini, Saya menjadi mahasiswi transfer untuk kelas internasional. Setelah sebelumnya hanya menjadi mahasiswi kelas reguler di semester 1 dan 2. Saya pindah ke kelas internasional bukan karena saya jago bahasa enggres, tapi karena dosen bahasa inggris di dua semester sebelumnya sangat memotivasi saya untuk transfer ke kelas internasional. Dan akhirnya saya pun memberanikan diri untuk pindah ke kelas internasional .

Sungguh saat itu saya mengalami gagap pertemanan. Gimana nggak gagap? Semua teman satu angkatan yang berjumlah 20 an orang itu sudah saling mengenal dan akrab sejak semester 1 *jumlah mahasiswa dalam satu angkatan untuk satu jurusan di kelas internasional memang tidak banyak*. Dan saya seperti mahasiswi baru yang nggak kenal siapa siapa.. Di awal masa kuliah, saya memang tidak mengikuti satu pun kegiatan kemahasiswaan, karena saat itu saya juga ambil kuliah D3 bahasa perancis di sebuah universitas negri di jogja. Kuliah ini saya ambil untuk mengobati sakit hati karena tidak lulus di seleksi UMPTN.๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€ , Memang egois sekali saya ini.. Alhasil, saya pontang panting bolak balik condongcatur – bulaksumur. Apalagi saya gak punya kendaraan. Dan dua semester awal itu, saya masuk ke PMDK (persatuan mahasiswa dua koma), karena IPK kuliah D3 saya yang cuman 2,…:mrgreen::mrgreen:

Sadar kalau ini gak mungkin dipertahankan, akhirnya saya melepas gengsi dengan mengundurkan diri pada program D3 dan serius transfer di program internasional.

Balik lagi ke cerita sahabat yaaa…๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Saat itu Delvi jadi salah satu diantara mereka. Alih alih menyapa dan menawarkan bantuan pada saya yang masih tampak sangat bingung dengan materi pelajaran yang disampaikan dosen *karena pengantarnya bahasa enggres* , Dia malah cuek aja dan terkesan sengak..๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€ .

Berbeda dengan saya yang kuper, Delvi ini anak basket dan aktif di koperasi mahasiswa. Delvi Sangat mandiri, galak, keras, apa adanya dan selalu jujur menilai. Pernah saya mendengar langsung dia ‘menceramahi’ salah satu teman untuk ber empati , “rumah kamu kan deket kampus, ngapain ngampus bawa mobil, kasian yang lain lihatnya“.. Belakangan saya tau – kenapa dia bisa sekeras itu.. ada marga lubis tertera di belakang namanya…:mrgreen: #piss dell..

Delvi juga pintar, meskipun sering datang terlambat, tapi dia tidak ragu untuk duduk di depan. Meskipun ย sering ngantuk dan ketiduran di kelas, tapi dia selalu bisa menyelesaikan soal dengan baik. Selalu aktif bertanya di kelas, sementara saya – jangankan bertanya, yang dijelaskan dosen pun – aku tak paham #dasarbod*h!!!๐Ÿ˜ฆ๐Ÿ˜ฆ hahahhahaha

Terus terang, saya sangat penasaran sama manusia kayak gini. Bagaimana dia bisa kayak gitu???? sementara saya yang mati matian belajar aja gak mudeng mudeng.. hahahah #salahkan kemampuan otak yang pas pas an – mungkin gara gara gak makan salmon waktu kecil:mrgreen:

Akhir semester 4 kami mulai dekat. Diawali dengan kompaknya anak anak sekelas dalam menghadapi tugas dari si Pak dosen paling killer. Gimana gak kompak dan saling mencontek tugas, dari 20 org di kelas – paling hanya 5 yang bisa diandalkan untuk ngerjain tugas. Sisanya??? jelas nyontek lahh!!!:D Saya ingat, ketika si Pak dosen menyuruh kami semua untuk meninggalkan kelas karena tak satu pun yang sanggup mengerjakan tugas yang beliau berikan. Beliau mengusir kami setelah sebelumnya berkata keras “you all are idiots, Iq under hundred, get out from my class” . Gak salah lagi, di akhir semester, C adalah nilai tertinggi yang bisa kami raih. Parahnya, dosen ini mengampu dua mata kuliah, financial management dan statistic II . si Pak dosen sukses membuat kami semua mengulang 2 mata kuliah tersebut. Apalagi statistic II yang merupakan prasyarat untuk mengambil mata kuliah research method dan kemudian Thesis.

Dekat dengan delvi sangat memotivasi saya untuk bisa survive ditengah teman teman yang punya segudang fasilitas dari orangtuanya. Dari dia pula saya belajar berani mengemukakan pendapat di kelas setelah sebelumnya saya tulis dulu pendapat saya itu di kertas, maklum bahasa enggres belepotan.. ย :mrgreen::mrgreen:

*Update : Dan inilah salah satu ‘mantra’ motivasi dari delvi untuk saya, cerita keledai.

Suatu hari, Ada Bapak dan anak berjalan sambil menuntun seekor keledai. Kemudian ada orang lain melintas dan berkata, “bodoh sekali mereka, kenapa tidak menaiki keledainya?”. Akhirnya si bapak dan anak menaiki keledai tersebut. Tak seberapa lama, ada orang lain lewat dan berkomentar, “Dasar gak ber peri kebinatangan, masak keledai sekecil itu dinaikin 2 orang??”. Bapak dan anak akhirnya berunding, dan sepakat kalau hanya si Bapak saja yang menaiki keledai. Dan apa kata orang?? “Dasar bapak ini, gak kasian sama anaknya, disuruhnya jalan kaki padahal masih kecil, sementara dia enak enakan naik keledai.” Si Bapak pun bingung dan akhirnya menyuruh si anak naik ke punggung keledai dan dia mmilih untuk jalan kaki saja. “Anak tak tau diri, kasian Bapaknya, sudah tua renta masih disuruh jalan.” begitu orang berkomentar. Karena bingung menghadapi omongan orang akhirnya bapak dan anak tersebut menggotong keledai sambil berjalan kaki. Sejak itu semua orang menganggap bapak dan anak itu gila…

Mungkin sudah banyak yang dengar, tapi bagi saya – cerita yang disampaikan delvi kala itu, sungguh membuka mata saya, bahwa kita tak harus peduli dengan ucapan orang lain. Asalkan kita sudah lakukan yang baik, jalani saja. Tidak perlu menuruti sesuatu yang tidak sesuai hati nurani kita..

Bersama kami membangun mimpi, Mimpi kami adalah bisa sesegera mungkin lulus dan memakai tanda nomor berwarna hijau *cumlaude* pada saat kelulusan nanti. Alasannya?? simple, kasian orangtua yang sudah repot bayar biaya kuliah yang tidak murah ini. Alhamdulilah, untuk buku buku, mahasiswa kelas internasional mendapatkan pinjaman buku dari perpus selama 6 bulan..

Semester 6, kami menjalani field work (kkn) bersama sama dan kami memilih untuk KKN di sebuah panti asuhan. Suatu tantangan buat saya, mahasiswi kere yang tak punya kendaraan ini. Dan delvi dengan sukarela meminjamkan kendaraannya setiap saya akan ngasih pelajaran / materi ke adik adikย  panti. Meskipun hari itu berbarengan dengan latihan basketnya di klub yang diikutinya. Dan saya senang, meskipun deg degan luarbiasa karena gak pinter naik motor dan gak punya SIM pulak!!!๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Dan dia juga mulai meracuni saya untuk aktif di kegiatan kemahasiswaan, “untuk modal nulis cv di bagian pengalaman organisasi put“, gitu katanya. Dan kami pun mendaftar di kelompok studi pasar modal dan pernah bersama sama mengikuti stock exchange game di Bursa Efek surabaya. ย Bersama sama dengannya selama beberapa waktu merupakan pengalaman berharga yang membuat saya tersadar bahwa kami ini sama sama keras,, galak dan egois.. hahahahha. Sejak itulah saya merasa gak mau kalah dengan delvi. Sahabatku – sainganku. Kalau Delvi bisa dan Berani, Aku juga harus bisa. Maka saya sangat luar biasa iri waktu delvi berhasil jadi Asisten Dosen di tahun terakhir kami di kampus tercinta. Sempet sedih -karena kalah saing dan kalah uang saku *karena delvi pasti dapet honor asdos yang lumayan itu*:mrgreen: . Tapi rasa iri itu cuman sebentar, karena Gak beberapa lama, saya pun di panggil oleh dosen untuk membantunya mengampu salah satu mata kuliah di kelas reguler..๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Semester 7, kami mengambil mata kuliah teori terakhir dan dibarengi dengan Thesis. Sungguh kami khusyuk berdoa supaya Thesis alias skripsi ini bisa selesai dalam 1 semester saja. Dan kami sepakat untuk memilih si Pak Dosen killer tadi untuk menjadi content advisor pada thesis kami.. Hahaha, lama lama kami sadar juga, kalo meskipun killer, Si pak dosen ini Sangat pintar dan tidak pelit membagi ilmu sehinggaย  membuat kami termotivasi untuk lebih rajin belajar dan khusyuk berdoa…

Mengambil skripsi sambil tetap mengambil mata kuliah Teori agar bisa lulus cepat, tak ayal membuat kami berdua sering stress mendadak. Kalau sudah begitu, jangankan ngemall atau jalan jalan putar putar jogja atau pergi ke pusat hiburan malam. Lagi lagi karena alasan dompet yang tipiiiis – kami memilih untuk hanya bernyanyi, oh lebih tepatnya berteriak sekuatnya di kamar kos ย kami. Lagu andalan??? yaaa, lagu andalannya adalah lagu lagu penuh motivasi, seperti laguย “I amย  beautiful , no matter what the say.. Words cant bring me down.. I am beautifull in every single way..” etc etc.. Sungguh dua sahabat yang sangat narsis…

Maret 2005, Tibalah hari penentuan. 2 Hari berturut turut, kami harus menjalani thesis examination dan comprehensive exam. Setelah mempersiapkan semua materi dengan baik, termasuk pinjem blazer disana sini supaya tampak keren pas ujian,๐Ÿ˜€ . Kami berdua akhirnya lulus.. dan berhak memakai tanda nomor warna hijau di ย Toga kami..

28 Mei 2005, kami menjadi dua mahasiswi pertama dari jurusan akuntansi – di angkatan 2001 yang diwisuda kala itu. Bangga meski sempat bingung mencari salon yang baik. Salahkan kami berdua yang tomboy dan gak suka dandan plus selalu merasa menjadi seperti bencong kalo pake make up berlebihan..:mrgreen::mrgreen:

Selesai wisuda, kami sempat bersama sama cari kerja dan mengadu nasib di jakarta. Sampai kemudian Delvi memutuskan untuk pulang kembali ke Medan. Meraih mimpinya dari sana…

Kami tetap saling kontak sampai sekarang. Bahkan saat saya berkesempatan mengunjungi Medan di pertengahan 2007, saya sempat mengunjunginya. Menginap semalam di rumahnya. Mencicipi sayur daun ubi tumbuk dan sambal ikan asin buatan mamanya yang selalu dia banggakan saat kami masih kuliah di jogja dulu. Saat itu, kami juga saling mengomentari gaya busana kerja dan gaya dandan kami yang makin medhok aja. Gak kebayang bagaimana Tomboy nya kami dulu…๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Jangan kira persaingan kami tidak berakhir setelah kami lulus ya? karena segera setelah saya diterima di bumn yang bergerak di bidang ketenaga listrikan ini, setahun kemudian Delvi pun mengabarkan kalau dia diterima di bumn yang bergerak di bidang telekomunikasi.๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Ahh, persahabatan dengan delvi memang selalu indah untuk dikenang. Pun hari ini, saat aku merasa jenuuuh dan bosan dengan rutinitas hidup dan berdoa “Ya Allah, tolong tunjukkan aku sesuatu yang membuat aku lebih bersyukur atas apa yang aku punya dan berhenti menyesali hidupku“.. Gak disangka, hari ini dia kembali meninggalkan comment di blog ini, tak cukup itu, Delvi juga menambahkan “it’s always pleasure to read one of my best friend blog Puti Laksmi… Kangen!!!!” di wall Fb saya, seolah dia tau apa yang saya risaukan – tanpa saya bercerita. Dan seketika semangat saya terpompa kembali dan saat itu juga saya tau kalo, “ada banyak yang delvi mau ceritakan ya?”๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Bersahabat memang tak selalu harus dekat, jauh jarak kalo hati dekat pun pasti akan terasa nikmat. Bersahabat juga tak lekang dimakan waktu, berganti orang yang kutemui – berganti kota yang kulalui, tapi aku akan selalu ingat dengan persahabatan indah yang kulalui dengan gadis penuh semangat dan percaya diri ,yang bernama Delvi…

14 Komentar

Filed under myself and I

14 responses to “Best friend story..

  1. Maaf, ikut2an baca. Seru persahabatan kalian.
    Teman boleh banyak, tapi sahaba sedikit saja. Yang penting kualitas persahabatannya kan? Dan nggak selalu harus berdekatan seperti katamu.
    ๐Ÿ™‚ Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com
    http://notulabahasa.com
    http://piguranyapakuban.deviantart.com

  2. Enno-Mama Fira

    mBaca postinganmu kali ini nduk.. membuatku….
    Kangen Ngayogyakarta Hadiningrat….. Kangen sahabat… Kangen masa-masa kere jadi anak kost…. hiks…. Pengen jadi mahasiswa lageeee….. Banyak serunya….. Kere kere bahagia :p

    • putilaksmi

      makanya aku jadi semangat lagi setelah nulis ini no.. Aselik, beberapa hari ini rasanya jenuuuh banget.. Tapi setelah menulis ini dan mengenang apa yang sudah aku raih sampai sejauh ini dan mengingat perjuangan saat itu, rasanya gak pantas aku terus terusan mengeluh…

      iyok, aku juga kangen jogja.. Kapan kapan pengen ksana khusus untuk napak tilas jaman kuliah.. hehhehe

  3. Delvi

    Assalammualaikum…..

    Mak Syauqi….
    Dari pagi sudah berasa panas kuping, karena diceritain yg baik-baik oleh sahabat terbaik. Amin. Well, All I can say that” Puti Laksmi Budi Pertiwi adalah sahabat terbaik yang saya punya…” Semuanya tercipta begitu saja, kita merasa cocok, senasib (dalam beberapa hal), satu sifat (yaitu Keras!) dan saling support untuk kebaikan satu sama lain.

    People change?? it’s true, but best friend change?? I don’t think so. Puti Tidak berubah, tapi dia tumbuh, pertumbuhannya membuat akuuuuuuu…..sangat iri. (dr dulu juga) Iri karena:
    -Dia semakin pintar masak.
    -Dia sudah memiliki keluarga impiannya.
    -Dia semakin pintar bercerita, menulis, dan tulisannya seperti yg sm*sh bilang “you know me so well lah…”
    -Dia memiliki alasan yg sangat kuat untuk semakin tumbuh.
    -Dia mampu menjawab tantangan hidupnya (menikah-LDR-dsb)

    Saya???? wow belum seujung kukunya dia. (bener!)
    benar…. sahabat itu tidak mengenal jarak, waktu, situasi, dan keadaan. Hal itu sudah saya buktikan dengan keberadaan Puti. Saat saya menghadapi masalah yg sangat pelik dalam hidup saya, dan menekan no.telpnya dan menelponnya, serta mendengar suara dan penjelasannya. Ya Allah berasa surga!

    Sempat sedih karena tidak bisa hadir di pernikahannya, tidak bisa hadir saat syauqi lahir, dan tidak bisa menyempatkan diri sampai saat ini untuk bertemu dia dan keluarga di Lampung, Bapak, Ibu, Mas Bas. Tapiiiiiii…… selalu bahagia ketika membaca tulisan-tulisannya. (entah kenapa, aq berasa secara tidak langsung dia blg, don’t worry del, I will share to you all…)

    Ah… aku berharap bisa menjadi lebih dari ujung kukunya, tp saat aku lebih mungkin dia sudah jauh-jauh-jauh lebih dari aq. Tak mengapa, karena persahabatan kami memang terbentuk dari itu. Sama-sama bersaing untuk menjadi yang lebih baik, dimata semuanya.

    Thank u my best friend….
    Thank u for all…
    Keep remember our donkey!

    Wassalam

    Delvi Erisandi Lubis

    • putilaksmi

      Aih… sudahlah.. tak perlu saling memuji seperti ini… bukankah persahabatan kita selalu diisi cela an dan hina an… hahahhahahahahhahaaa

      Makasih sudah mampir dan baca tulisanku yang sederhana ini.. Tulisan ini dan apa yang kita lewati dulu membuatku harus selalu bersyukur. Karena Apa yang kita raih sekarang jauuuh lebih baik dari apa yg pernah kita harapkan dulu..

      Masih belum lupa capeknya angkat koper sambil setengah berlari ke arah rumah tante delvi di cibubur. Atau, dateng ke AIESEC UI tanpa mandi dulu karena kereta kita baru sampai pagi itu juga..

      Keep in touch yaa.. kabari aku, kalau sudah ada laki laki yang menemukan rusuknya padamu..๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

  4. Puuuutttt….mangap yah gw baru mampir dimari setelah sebulan bersemdi & akhirnya sekarang turun gunung jug. Sumpe deeehhh, gw bacanya ko jadi terharu yah, dan langsung merindukan sahabat2 gw. Semoga persahabatan lo & Delvi langgeng terus yah Say๐Ÿ™‚

    Btw emang dirimyu kul dimana seh? Walaaahhh kalo dosen gw ngasih kuliah pake Bahasa Inggris, apalagi pas pelajaran yang berbau2 matematika, bisa mabok dan langsung pingsan seketika gw secara bahasa enggres gw mah wa’alaikum salam๐Ÿ˜ฆ

    Wokeh deh, gw mo baca postingan dirimyu yang lama2 yah. Tar gw ketinggalan gosyip terbaru pan gaswat๐Ÿ™‚

    • putilaksmi

      gw kuliah di UII jogja, ambil international program. Setau gw, saat itu belum banyak memang universitas (terutama di jogja) yang menawarkan kelas internasional.
      Kalo gw bilang sik, mendingan dosen ngajarin matematika pake enggres. pan cuman angka doang.. yang paling ihhiiir yaa kalo dapet mata kuliah hapalan.. Sampe diare gw belajarnya… hahahha

      Makasih udah baca tulisan2 gw lagi.. Gw jadi nggak enak, jarang komen di blog lo karena inet suka lemot.. Sukses quizz nya yah jeng, maap juga gw gak sempet ikutan. pas banget ama cuti – laporan dan pemeriksaan. ..

      Sehat sehat yak bumill

  5. Btw Put, ganti template lagi ni yeeee๐Ÿ™‚

  6. Huwaaa…it’s so touchy, put. U r absoultely right, a true friend will always be a best friend despite the distance and time apart๐Ÿ™‚

    Salam kenal buat Delvi, i pray a forever friendship for u๐Ÿ˜‰

  7. Delvi

    huaaaaa…ikutan terharu lagiiiii^^

    terutama kalo inget, betapa beratnya perjuangan kita mo ikut AIESEC UI itu๐Ÿ˜ฆ
    Kita nyampe subuh, jalan mengangkat koper, antriiiii (ko ingat kan??) kita gantian antrii supaya ga diambil orang giliran kita, dan pastinya mungkin cuma kita yg ga mandi (huahauahuhaua), truuuussss nginep dirumah tanteku yg sangat sederhana (ko masih inget kan rumahnya yg dicibubur, sampe skrg insyaallah msh disana put??), tidur mpet2an…. ^_^, kita juga sempet nginep dirumah sodaramu—- jadi inget komenmu pas nginep disana (del, walo sederhana, lebih nyaman nginep dirumah tantemu ^_^)
    jadi pelajaran buat kita juga kan?, buat anak juga nantinya, bangunlah keluarga yang baik, sehingga anak2 tidak perlu menumpang nantinya jika sedang merantau (nasib yang pernah menumpang -_-)
    Insyaallah…. akan kuceritakan jika pasangan jiwa itu sudah kutemukan dan kuterima, keluarga juga mendukung, insyaallah put, Insyaallah…. mohon doanya ya sahabat๐Ÿ™‚

    eitsss…awak dapat byk kawan lah setelah tulisan ko ini, makasih ya, salam kenal juga buat mbak Allisa Yustica Krones ^_^

    Salam kenal buat semua….^_^ (numpang nampang di blog puti, diprotes oi kok tante delvi mulu yg dibahas, bunda buat postingan lain dong!) ^_^

  8. Huuwwaa…. I like this posting…๐Ÿ™‚, seru baca perjalanan persahabatannya.
    jadi kangen ma sahabat SMA dulu๐Ÿ˜ฆ
    Oh iya, baru tau kalo Jeng Puti ini kuliahnya di Jogya๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s