29 bulan : ceriwis gak abis abis…


Itu komik Syauqi dan Nabila…

Ya, Nabila – temen main syauqi, tetangga sebelah rumah kami. Kayaknya saya musti terimakasih banyak sama nabila yang membuat Syauqi mulai luwes bergaul. Bahkan syauqi bisa ngambeg kalo lagi asyik main sama sama, ujug ujug nabilanya harus pulang, karena mau mandi , dll.

Well, 15 Februari lalu, genap 29 bulan usia Syauqi. Yang nampak jelas kelihatan adalah ceriwiiis nyaaaa mintak ampuuuun. Kosakatanya tambah banyak, dan gaya bicaranya seperti orangtua..hahahhaha, salah siapa – kesehariannya banyak bergaul dengan orangtua..😀😀

Seperti waktu disuapin eyang mama, Waktu itu eyang mama nampak kesulitan memilah milah duri. Syauqi lantas berkata,

“makanya mama pake kacamata, bial kiyatan“…

Saat eyang mamanya bilang, “iyaa, mama kan sudah tua, makanya pake kacamata”..

Syauqi gak mau kalah dengan menjawab, “nanti kalo Oi sudah tua, Oi pake kacamata juga mamah..”

:mrgreen::mrgreen:

Syauqi memang ceriwiiis banget, hampir semua orang yang dia temui diajak ngobrol. Meskipun seringkali sifat mesin diesel nya kumat. Ya, mesin diesel – ‘panas’ nya lama…😀

Kalau lagi nyantai di depan rumah yang masih belum berpagar itu, dan menjumpai tetangga yang lewat, syauqi sering menyapa. Mulai dari dadah sampai bertanya, “mau kemana ciih?”..  :D

Pak tukang rumah sebelah juga seriing kali diajak “ngobrol” sama dia. Mulai dari “lagi apain cih?” sampe ke “capek ndak, kok mdak puyang puyang?”

Karena sudah mulai lancar berbicara, sedikit sedikit kami melatih syauqi untuk berani bertanya. Termasuk ketika membeli roti atau sesuatu yang dia inginkan. Apalagi kalau kami sedang ke Holland bakery – toko kue langganan karena letaknya yang tidak seberapa jauh dari rumah dan lambang kincir nya selalu menarik minat syauqi. Disana, hampir semua pegawainya mengenal Oi, karena anak ini selalu memilih sendiri roti yang akan dibelinya, dengan persetujuan saya tentunya..

Kata kata seperti ,” Oi mau oti donat cokat, mbak?” atau “mau oti ulang tawun kecil” dan bahkan bertanya, “ini harganya byapa mbak?”  Selalu dia ucapkan disana, belum lagi ucapan assalamualaikun saat membuka pintu toko…hahahhahaha

Syauqi memang sangat suka roti, dan memang hampir tiap hari, selalu tersedia roti di rumah buat cemilan diantara jeda waktu makan.Sampai suatu ketika saya lupa untuk nyetok persediaan roti yang habis. Sampai sampai syauqi merengek ke Eyang mama nya, “ayook mama, kita beli oti yook?” dan ketika dijawab eyangnya, “nanti malam aja, tunggu bunda pulang, kalau beli sekarang mau naek apa kita?” dan syauqi menjawab, “naek angkot aja mamah..”:mrgreen: :mrgeen:

Akhirnya, setelah beberapa jam, ada tukang roti kelilinglewat, akhirnya syauqi langsung minta dibelikan.. hahahhaha, sebegitu kepengennya dia..  Malamnya, sepulang dari kantor dan begitu dapet laporan dari eyang nya, Langsung saya kasih tau, “Oi, besok lagi, kalo pengen roti, telpon Bunda aja, nanti bunda belikan di Holland, Atau kalo nggak, kita bisa beli sama sama. Jangan naik angkot – kasian mama, ok?” segera jawaban Okeee dehhh bunda, meluncur dari bibir mungilnya..

Esok nya, pada saat terdengar musik dari tukang roti keliling yang sama, syauqi segera berlari ke halaman, dengan dibuntuti eyang mama tentunya. Di teras rumah, dia dengan sabar menunggu sampai pak tukang roti lewat persis di depan rumah kami. Dan, coba tebak, apa yang dikatakannya??

Pak, Oi ndak mau beli, Oi sudah beli. Diblikan bunda, di Olan”.. *sambil kedua tangannya mengayun tanda menolak*

:mrgreen::mrgreen:

Gara gara roti juga syauqi selalu menagih oleh oleh dari saya tepat setelah saya memarkirkan kendaraan di carport kami. Sambil berdiri dan melompat lompat kecil di teras, bibir mungilnya selalu bertanya, “Bunda bawa apa? cokat? oti? mobil queen kecil (hotwheels) ya?

Awalnya memang sering sekali saya bawakan Syauqi roti atau mainan sepulang  dari kantor sebagai Tombo gelo alias obat kecewa karena sepagian sudah ditinggal kerja. Saya sadar bahwa lama lama syauqi akan mengharap ‘oleh oleh’ sepulang bundanya dari kantor. Saat ini sih, dia bisa dikasih tau dengan, “aduuh bunda gak bawa apa apa, nanti yaa? tunggu bunda ada rejeki”.. Dan dia akan menjawab, “ya sudah, ndak papa bunda”.. Tapi saya sadar, lama kelamaan anak ini akan semakin menuntut oleh oleh itu untuk ada. Dan ditengah rasa khawatir itu, saya dapet Ide untuk beliin si bocah celengan kaleng.

Celengan saya berikan sambil menghipnotis:mrgreen: berkata, “ini Bunda belikan celengan. Ini buat naruh uang receh bunda disini. nanti Oi yang masukkan. Nanti kalau sudah banyak, sudah penuh, sudah berat, kita minta tolong ke Ayah untuk buka. Nah, terus uangnya bisa Oi pake buat beli mobil kecil yang banyaaak, beli mainan, beli roti. Jadi sekarang kalo bunda pulang, Oi boleh tanya, Bunda punya receh nggak?”

Dan Anak pintar ini mengangguk tanda mengerti. Ya, setidaknya saya berusaha melatihnya beberapa hal, menabung – sabar dan juga mengajarkan bahwa dia tidak selamanya bisa mendapatkan apa yang diinginkannya saat itu juga.😀😀 . Syauqi pun mulai rajin mengumpulkan uang receh yang dia temukan dimana saja, termasuk uang receh di mobil, yang biasanya bunda siapkan untuk bayar parkir… hahahhahahaha

Makin besar si Anak, rasanya makin nikmat jadi orangtua. Apalagi sekarang dia sudah bisa diajak ngobrol macem macem. Oia, bahkan secara mengejutkan, syauqi juga paham beberapa bahasa jawa looh..  Saya dan eyangnya syauqi selalu berbicara menggunakan bahasa jawa. Syauqi memang tidak pernah kami ajari bahasa jawa. Saya, percaya, tanpa diajari pun, Syauqi bakalan bisa ngomong pakai bahasa jawa karena dia tinggal dengan native speaker bahasa jawa..hohohoho😀😀

Jadi ceritanya, suatu malam, eyang mamah ‘ngungsi’ nonton tivi di kamar kami karena tivi di ruang tengah ‘dikuasai’ sama eyang bapak.😀😀 . Karena si eyang duduk di bawah, saya pun mengingatkan untuk jangan duduk di bawah – takut masuk angin, “ojo lenggah ning ngisor mah ” gitu kata saya, eh gak taunya syauqi menyaut, “jangan duduk di ngison mamah..“. , kaget dan geli, karena dari serentet kalimat yang saya ucapkan, syauqi bisa mentranslate nya ke bahasa indonesia meskipun ada kata yang tidak dia ketahui artinya.(ngisor = bawah).😀😀

Kemaren, 2 hari sebelum usia nya genap 29 bulan, SYauqi sempet sakit. Sakit kali ini cukup membuatnya tepar😦 . Hilang senyum dan celoteh yang selalu kudengar. Alih alih berlari ke sepenjuru rumah yang sempit tidak luas itu, Syauqi memilih menghabiskan wkatunya untuk tidur dan nonton tivi di kamar. Tapi, meskipun lemah dan sedikit lebih pendiam dari biasanya, tetep aja ada hal yang membuat saya geli – bangga dan terharu (suatu perpaduan rasa yang aneh bukan??)..

Suatu malam, setelah lemas karena ‘dipaksa’ minum obat sama bundanya, sesaat sebelum tidur, Syauqi ‘merubah’ sedikit Doa yang biasa kami ucapkan. Biasanya sebelum tidur, saya ajak syauqi berdoa. Pake bahasa arab (بِاسْمِكَ اللّهُمَّ أَحْيَاوَأَمُوتُ) dan pake bahasa indonesia. Doa versi bahasa indonesia ini biasanya seperti curhat dengan Allah, misalnya, “Ya Allah, Oi sama Bunda mau bobok dulu yaa? terimakasih atas semua nikmat di hari yang indah dan menyenangkan ini, semoga besok bisa melalui hari dengan lebih baik lagi“.. errrr untuk doa ini, biasanya saya yang ucapkan siih, dan Oi cuman menambah, “becok becok Oi maen lagi ya Olloh.. amiiiin”. Nah, waktu Oi sakit, dia menambah doanya dengan kata kata ini..

Ya Olloh, Oi ndak mau cakit, Oi pengen cembuh ya Olloh, main cama Abiyaa – mas gilang – mamin – dedek ajam (dia sebut semua nama temennya).. Amiin

Dan yang bikin lucu adalah, dia mengucap doa itu sambil menengadahkan kedua tangannya… ahahhahahaaayy😀😀😀

Selama sakit, syauqi memang jarang dimandikan, apalagi di keramasin. Paling hanya di seka pake air anget, di sabun di bagian tertentu dan sikat gigi. Hal ini membuat si tole yang terkenal sangat susah mandi jadi mintak dimandiin saat demamnya sudah hilang… hahaha mungkin rasanya gerah dan lengket ya nak badannya..

Btw, saat mandi memang waktu yang paling berat buat kita. Iya, ini karena syauqi yang maleeeeeees banget mandi. Selalu berantem kalo mau mandi. Segala cara sudah dicoba, mulai dari kata kata bujuk rayu – sampe nawarin maenan apa yang mau dibawa mandi. Kalau kita lagi beruntung, syauqi bakal ambil salah satu mainan hotwheels nya dan bergegas ke kamarmandi. Tapi kalau lagi apes,  syauqi akan mengajak mainan yang tidak memungkinkan untuk diajak mandi. Contohnya?? boneka monyet “george” atau mobil remote control… hadeeeeh…

Negosiasi kadang diperlukan untuk membujuk rayu si bocah ini… seperti percakapan di bawah ini,..

Eyang Mama : “Oi, kita mandi yuuk?”

Oi : “ndak mau.”

EM : “trus kapan? sudah sore loh…”

Oi : “kapan kapan aja deh..” sambil ngeloyor pergi…

EM ::mrgreen::mrgreen:

Siapa coba yang mengajarinya bilang kapan kapan???? hahahhahahaha….

Makin hari makin bangga menjadi bunda mu nak. Semoga selalu sehat, jadi anak ayah yang pintar (seperti yang selalu syauqi bilang -Oi cudah becan, pinten kan anak ayah..) , soleh, supel, beruntung dan penyayang..

Aih, jadi ingin segera pulang mendekapmu erat dan mendengar riang ocehanmu, “Oi cayaaaang cekali cama bunnnnndaa” …..

8 Komentar

Filed under syauqi ku

8 responses to “29 bulan : ceriwis gak abis abis…

  1. beuhh komiknya sudah dijual di toko buku?? semakin seru kayanya klo lakonnya oi sama nabila, kapan edisi berikutnya terbit??cerita romantis2an anak ga ada habisnya uii…

    Anak selalu ada saja ya yang bikin terharu dengan ucapan dan polahnya, bahkan buat trenyuh karena ga menyangka sebegitu dewasa dan pedulinya sama orangtua.
    Haha, podho karo anya, ceriwis puoll, yen takon ga bar-bar kabeh ditakoni, untuk masalah nabung dirumah, celengan kaleng anya sudah satu yang penuh, yang baru sudah setengah, dulu malah pernah ikut nyumbang celengan dia jaman si prita.haha…mengajarkan anak hal positif sejak dini memang yahud.

    Wah Puji Tuhan sudah ceriwis meneh, sehat selalu ya oi.
    salam senyum pepsodent dari anya !!haha

    • putilaksmi

      Iyook, Oi iki memang mesra banget kalo sama nabila. Maem es krim magnum aja ingat nabila, kalo ada nabila di luar selalu mintak keluar rumah juga, sakit pun bisa makan agak banyak karena maem bareng nabila..

      hahahaha, gaya Oi kalo di foto memang selalu senyum pepsodent…

      Aduuh, anya pastinya tambah senang yaa? bentar lagi jadi kakak…

  2. Oi makin lucu ajah Put…ya ampun, kapan yah kedua bocah kita ini bisa saling ketemu, aku pengen denger mereka ngobrol😀
    Kalo udah sehat, cerianya bener2 ya, hehe… Btw, Oi, klo Nabilanya dikenalin ke Raja, boleh gak????? xixixi

  3. Hehehe, Oi lucu banget Put. Zahia juga ceriwis abis, ampe pegel ni mulut ngeladeninnya🙂

    Ka Oi, sehat terus yah Sayang. Tar kalo celengannya udah penuh beli tiket ke Miri ajah biar bisa maen ama Zahia *hehehe soalnya kalo Zahia yang ke Palembang Ayah bisa bangkrut, kan dedek bulan Agustus mo keluar dari perut Bunda*🙂

    • putilaksmi

      Palembang?? lampung kali jeng.. hehehehhehe

      biarpun ceriwiis dan gak henti henti nanya, tapi ngangenin ya jeng? waduuuh, kapan gue bisa liburan ke miri yah say.. pengen juga, skalian napak tilas ke Kal Bar..😀😀

  4. hahaha..anak makin gede emang makin bikin takjub ya bun. Adaaaaa aja tingkah dan celotehannya. Selalu sehat ya Syauqi🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s