Daily Report #1, Menyapih cara Kami…


Sempat berjanji sama diri sendiri untuk mulai cerita segala Hal tentang Menyapih kalau sudah berhasil 100 %. Tapi rasanya gateel banget pengen cerita..๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€ . Postingan ini sekaligus sebagai cerita tumbuh kembang syauqi di umurnya yang tepat 30 bulan alias 2 setengah tahun, 15 Maret 2011 kemaren.

Setelah Syauqi berumur 2 tahun, seperti kebanyakan para Ibu, saya mulai getol blog walking tentang cerita proses penyapihan anaknya. Disitulah saya mengenal istilah weaning with love, alias menyapih dengan cinta. Secara garis besar, saya mengartikan sebagai proses penyapihan dimana si Anak sendiri yang memutuskan untuk tidak nenen. Cara yang ditempuh biasanya dengan memberikan pemahaman kepada anak kalau dia sudah besar dan nenen hanya untuk adik bayi, dll.

Weaning with love, berarti juga menyapih tanpa memakai ‘cara cara’ kuno seperti ngasih obat merah ke p*ting p*yudara sehingga anak merasa jijik, ngasih saos (emangnya gak panas yaa??:mrgreen: ), kasih jamu jamuan yang pait, dll..

Kalau ingat cara menyapih memakai jamu jamu pait, saya jadi Ingat jaman saya kecil dulu. Kata Eyang mama, saya memang sangat susah disapih. Tidak seperti mas Bas (kakak saya) yang gampil banget proses sapih nya, mulai dari nen ke susu botol, trus ke gelas cup dan akhirnya mik susu dariย  gelas. Puti kecil nenen sampai berumur 3 tahun lebih. Segala cara dicoba sama mama untuk nyapih saya. Mulai dari ngasih lipstik, obat merah, kunyit, dll. Tapi saya gak juga jera. Saya tetap minta nenen dan gak takut dengan segala macam atribut penyapih itu.:mrgreen::mrgreen: . Sampai suatu ketika, mama mengolesi PD nya dengan brotowali / bratawali. Jamu yang memang terkenal pait..

Dan sejak itu saya berhenti total nenen, Karena mama ‘pakai’ brotowali hampir tiyap hari..๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€ . Sedihnya, saya sepat mendengar mama bercerita sama mbah putri di belakang, ” uwis gak gelem menthil, tak ke’i brotowali soale ” . terjemahan bebas : Anakku sudah gak mau nenen, karena sudah dikasih brotowali. Dan taukah kawan, saat mendengar itu, saya (yang baru berumur 3 tahun) luar biasa sakit hatiii sama si mama, tapi gak bisa berbuat apa apa..๐Ÿ˜ฆ๐Ÿ˜ฆ๐Ÿ˜ฆ ย dan saya masih inget adegan itu, sampai hari ini.๐Ÿ˜ฆ

Saya percaya, bahwa setiap ibu melakukan apapun untuk anaknya dengan cinta. Saya nggak mau menyalahkan mama, karena saya tau mama sudah kehabisan cara untuk menyapih saya yang semakin besar. Coba dulu mama udah melek internet dan bisa blogwalking yaaa???:mrgreen:

Kenangan pahit disapih saat masih balita itu menyadarkan saya, bahwa suatu saat nanti, Anak saya TIDAK BOLEH disapih dengan cara yang sama.

Seperti yang sudah saya kupas sedikit disini , semakin hari, Syauqi memang semakin sayang sama nenen nya. Itulah yang membuat saya nggak tega untuk mulai menyapih nya. Saya bahkan belum merencanakan, kapan waktu yang tepat untuk mulai menyapih. Saya ingin syauqi berhenti nenen atas kemauannya sendiri.

Tapi pertanyaannya, Bagaimana saya bisa membuatnya berhenti nenen??? Kalimat seperti, “Oi kan sudah mau sekolah, kaya kakak zihni, jadi gak usah nenen lagi” atau “Oi ini sudah besar looh, pintar lagi, makanya gak usah nenen. Yang nenen itu kan cuman adek bayi?” sudah seriiing kali kami (saya – si Ayah dan the Eyangs tentunya) utarakan. Tapi ucapan itu selalu diabaikan oleh Syauqi. Bahkan kalau saya menunda hasrat nya untuk nenen, Syauqi selalu mengejar saya kemanapun di segala penjuru rumah sambil berteriak ,”nenen.. nenen…nenen…nenen..nenen…nenen…” begitu terus sampai dia dapat nenen kesayangannya..:mrgreen:

Proses penyapihan menjadi lebih berat – karena sambil nenen, Syauqi selalu mainin p*ser bundanya.:mrgreen: . Gak akan tidur dia kalo ndak nen dan megang udel..:mrgreen:

Bagi Saya, Proses penyapihan bukan hanya kehilangan moment berharga yang memperkuat bonding antara saya dengan syauqi. Karena biasanya, sambil nenen, Saya selalu bercerita tentang apaaaa saja kepada si bocah. Nasehat dan harapan, bahkan nyanyian tak pernah absen di nenen – time. Penyapihan juga berarti kehilangan waktu untuk leyeh leyeh dan istirahat sejenak setelah seharian bekerja. Saat nenen – time, saya cukup membuka kaus / baju sambil terlentang. Anak puas, saya pun senang – karena bisa istirahat..:mrgreen::mrgreen:

Berawal dari Jumat malam 18 Maret 2011. Saya kena Flu berats dan memutuskan untuk tidur lebih cepat. Saya memang selalu berusaha untuk tidak sakit. Karena saya takut syauqi ketularan. Jadi kalau badan ini sudah ngasih alarm tanda terserang suatu penyakit, maka saya akan istirahat sebanyak mungkin – minum vitamin dan banyak makan!!!! (inilah sebabnya timbangan saya selalu bergerak ke kanan):mrgreen: . Malam itu saya tidur jam 20.00 , sementara Syauqi baru tidur jam 21.30 dan seperti biasa, masih nenen. Meskipun antara sadar dan tidak, saya sempet bilang, “Bunda lagi pilek nak, kalau Oi nen – bunda takut Oi sakit juga“..

Sabtu pagi, kondisi saya membaik, meskipun masih bat-pil, tapi badan ini jaauuuh lebih fit. Maklum, suami datang – jadi saya seperti dapat vitamin tambahan *weeiits kok jadi ngelantur*๐Ÿ˜€ . Hari itu – seperti biasa, kami sibuk ke Pasar – merapikan bahan mentah di kulkas dan masak tomyam. Di siang hari – frekuensi nenen syauqi memang tidak sebanyak di malam hari. Maklum, saya ibu bekerja, jadi di siang hari, syauqi cukup puas hanya dengan mik susu botol..

Menjelang sore, setelah selesai masak dan merapikan diri, saya nyusul Syauqi bobok siang. Dan seolah mengetahui keberadaan saya disebelahnya, Syauqi langsung terbangun dan bilang, “nenen bunda“.. Segera saya jawab, “nanti ya Nak? bunda pilek, tunggu bunda sembuh yaa? bunda takut Oi jadi pilek jugaa.” ย sambil saya usap usap punggungnya, dan ehhhh, dia tidur lagi.๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Saat itu juga saya dan si Ayah sepakat untuk mulai menyapih Syauqi. Ya, dalam menyapih, saya memang merasa perlu dibantu sama suami. Saya perlu si Ayah untuk menenangkan Syauqi nanti malam – kalau kalau dia terbangun dan histeris minta nenen, seperti cerita beberapa orang teman..

Malam minggu – kita jalan jalan Full team. Ajak eyang mama dan eyang Bapak. Kita berangkat lepas maghrib. Tujuannya?? ke Apotek buat ambil obat eyang Bapak,ย  Dan…….. Ke chandra!!!! Chandra ini swalayan lokal lampung yang jadi favorit syauqi. Malam ini kita memang pengen ajak syauqi muter muter sampai capek, tapi seneng. Tujuannya??? biar dia cepeeet tidur dan lupa nenen…๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Sepulang dari Chandra, Syauqi masih tampak bahagia dan tidak terlihat tanda tanda mengantuk. Malam itu, Syauqi sepenuhnya saya pasrahkan ke Ayah. Sementara saya sibuk di dapur – mengolah udang untuk dibikin tempura๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Ayah menjalankan peran dengan baik, dimatikannya Lampu, dibuatkannya Syauqi susu dan disusul dengan cerita cerita khas si Ayah yang memang selalu jadi favorit Syauqi. Cerita Apakah itu????๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€ . Ayah cerita tentang perjalannnya dari Jakarta ke Lampung. Naik bis, naik kapal feri – dll. Syauqi memang selalu excited dengan hal ini.

Jam 22.30 Saya masuk kamar, Syauqi sudah terlihat sangat mengantuk. Tapi masih sempat bertanya, “nenen sudah sembuh? bunda sudah minum obat?” . Dan akhirnya saya bilang, “ belum Nak, tapi kalau Oi kangen, boboknya boleh peluk nenen kok“.. Dan dia pun nurut, lalu memeluk saya dan terlelap.

Malam itu Syauqi terbangun 3 kali. Dan saat terbangun, sudah bisa ditebak, syauqi minta nenen. Tapi syauqi meminta tanpa menangis histeris, Dia hanya merengek sebentar. Dan kembali tertidur setelah saya usap punggungnya.. ย Ahhh, Malam 1 berjalan dengan lancar, nyaris tanpa tangisan histeris dan teriakan kemarahan.

Minggu Siang, syauqi juga masih baik baik saja. Tidak ada teriakan kemarahan minta nenen, dan tidak ada tangisan sedih dan memilukan. Dia hanya menanyakan, “nenen sudah sembuh?? Bunda sudah minum Obat??”๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Minggu malam, tentunya menjadi saat yang mendebarkan buat saya. Sudah lewat 2 hari 1 malam, dan saya tak ingin gagal. Minggu malam adalah waktu bagi Ayah untuk pulang ke Jakarta. Dan biasanya syauqi akan nampak sedih dan berkata, “Oi sedih, Ayah pergi, diobat nenen ya bunda??” *maksudnya, sedihnya diobatin sama nenen, biar ilang* .

Minggu malam juga, saya hanya tidur berdua dengan Syauqi. Dan saya khawatir sangaad, Bagaimana kalau bocah ini nantinya mengamuk di tengah malam?? siapa yang membantu saya menenangkan diaa?? bagaimana kalau nanti dia gak bisa tidur?? siapa yang nemanin Oi begadang?? Sementara saya harus nyetir ke kantor yang berjarak 50 kilo itu???..๐Ÿ˜ฆ๐Ÿ˜ฆ

hmmm, cerita minggu malam dan seterusnya dilanjut besok yah kawan??? saia mau pulang duluuk, sudah soreee ini…๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

 

5 Komentar

Filed under syauqi ku

5 responses to “Daily Report #1, Menyapih cara Kami…

  1. Ah..kenapa saya selalu kalah dengan rasa gak tega ya dalam menyapih Dita. Terusin ceritanya bun..biar bikin saya semangat untuk memulai nya๐Ÿ™‚

  2. bekti

    Jadi teringat, waktu umur 7 bulan Jos mesti disapih secara paksa…. wah sedih bangett, karena waktu itu mamanya baru sakit lumayan serius. Dan setelah sembuh dia ogah nenen๐Ÿ˜ฆ
    Sampai sekarang kalo Jos tidur, kepala bagian atasnya harus menyentuh bantal, ya-ya-ya….. mengingatkan dia dulu kalo tidur kepala dikempit ketiak mamanya waktu nenen. Lucu ya, tapi kalo aku ngeliatnya kadang masih nelangsa๐Ÿ˜ฆ

    • putilaksmi

      ah, seperti yang saya bilang, semua yang dilakukan ibu pastinya untuk kebaikan anak..

      Nelangsa memang, tapi semua itu pasti demi si Anak juga kan??๐Ÿ™‚

  3. Menyapiiiihhh oooohhhh menyapiiiihhhh. emang berat bangeth yah Put, gw juga ampe sekarang masih belom nemuin cara yang paling wokeh buat nyapih Zahia. So, walopun emak gw udah merepet “kasian baby kamu yang di perut kalo harus diambil jatahnya sama kakaknya”, “tar kontraksi lo”, alhamdulillah gw masih ngerasa fine2 ajah untuk tandem nursing kaya begini๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s