Daily Report #2 , Menyapih cara kami…


sepuluh hari sudah syauqi lepas nenen…

Kali ini saya bisa bilang kalo syauqi sudah ‘lulus’ disapih. Ukuran kelulusannya?? Syauqi sudah menolak kalo di ‘kasih’ nenen, Alasan nya, “nenen sudah basi”…๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Ok, mari kita flash back ke cerita di minggu Malam, 13 Maret 2011.

Saya sangat khawatir, kalau kalau – kalau malam itu, Syauqi rewel dan histeris..Seperti yang sudah saya ceritakan di sini , Syauqi selalu bilang, minta nen, kalo dia merasa sedih karena Ayah nya harus pulang lagi ke jakarta .๐Ÿ˜ฆ๐Ÿ˜ฆ

Akhirnya, untuk mengantisipasi tangisan dan rengekan saat tidur, dan untuk meminimalisir rasa sedih karena ayah nya musti pulang ke jakarta, Malam itu – kami mampir ke Holland Bakery. ย Seperti biasa, membiarkannya memilih roti yang menjadi favoritnya. Asumsi saya, jika hati nya senang – maka akan mudah mengendalikan mood nya. Kalau mood nya sudah bagus – tinggal bikin susu botol aja sebelum dia tidur, ajak cerita / baca buku. Dan, simsalabim… pasti langsung tidur diaa…๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

And It’s works. Malam itu memang syauqi tampak manis dan sangat mudah ‘dikendalikan’ . Dan, meskipun tidur sangat laruut (jam 23.00) , malam itu berhasil kami lewatin tanpa tangisan histeris dan rewel rewel. Kalau terbangun??? cukup di elus elus ajah punggungnya, maka syauqi akan kembali terlelap.. Karena Syauqi nampak nurut dalam menjalani proses menyapih ini, Saya jadi tampak sangat mellow. Berkali kali saya *yang kata banyak orang nampak sangat perkasa dan jarang nangis ini* musti nahan air mata yang udah mengambang di pelupuk mata. Sedihhh banget melihat dia bisa Ikhlas menjalani ini..๐Ÿ˜ฆ๐Ÿ˜ฆ

Senin malam menjadi malam yang terberat buat Kami. Saking beratnya, kami (saya+syauqi) sampai nangis berjamaah… pffff.. untung lampu kamar saya matikan, jadi si bocah nggak ngeliyat kalo emaknya ini udah berlinang air mata #hadeeeehhh.

Sebenarnya Menurut eyang mama, sudah seharian syauqi banyak melamun dan selalu mintak dipeluk saat tidur siang, Alasannya, “sedih karena Ayah pergi” .๐Ÿ˜ฆ :(ย  Rasa sedih itu membuatnya susah tidur. Untungnya selama proses menyapih saya mempersiapkan fisik sebaik baiknya untuk bisa menemani syauqi tidur lebih malam dari biasanya. Kalau biasanya jam 22.00 dia terlelap, selama masa menyapih ini (sabtu malam dan minggu malam), Syauqi tidur paling cepat jam 23.00 . Bisa dibayangkan betapa capeknya saya yang harus kembali nyetir 100 kilo PP lagi keesokan harinya.

Biasanya, saya akan marah bicara dengan nada tegas, kalau syauqi belum tidur saat malam beranjak larut… Tapi demi menjaga mood nya selama di sapih, ย Saya memilih untuk mengikuti apa kemauannya. Mulai dari main mobil mobilan – baca buku cerita – cerita – nyanyi nyanyi, dll. Tapi Saat jarum jam mendekati angka 12 dan belum ada tanda tanda mengantuk padahal segala bujuk rayu untuk mengajaknya tidur sudah saya keluarkan. Saya mulai telpon si Ayah (dengan mengambil posisi membelakangi Syauqi), dengan sedikit berkeluh kesah, saya cerita, “Anaknya belum mau tidur yah… padahal puti udah ngantuukkk bangettt” ..๐Ÿ˜ฆ๐Ÿ˜ฆ .

Sayup sayup, saya dengar kalo syauqi nangis terisak. Baru kali itu dia nangis tanpa dimarahi. Seketika saya balikkan badan, dan bertanya, “Oi kok nangis?? knapa?” dan dia menjawab, “Ayah.. Oi sedih Ayahh…Ayah pergi.. sedih” . Saat itu saya biarkan dia bicara dengan Ayahnya, by phone. Karena di Loudspeaker , saya tau – kalo ternyata Ayahnya disana juga menahan getar suaranya..๐Ÿ˜ฆ๐Ÿ˜ฆ , Aih.. kami memang keluarga melankolis. Kemudian saya peluk syauqi – gak sanggup saya untuk tidak menangis๐Ÿ˜ฆ๐Ÿ˜ฆ dan dia pun memeluk saya – sangat erat. Malam ini kami tidur ditemani suara Ayah.. Entah sampai jam berapa Ayah baru menutup telponnya, setelah memastikan kalau anak – istri nya sudah terlelap..๐Ÿ˜ฆ๐Ÿ˜ฆ

Setelah malam itu, Saya janji untuk lebih memperhatikan mood syauqi lagi.. Menurut saya, menyapih itu seperti menghapus ketergantungan merokok bagi seorang perokok, atau ketergantungan Narkoba.. hahahha:mrgreen: , Panggil saya lebay dan ekstrim. Owh, atau yang sedikit lebih rasional, nenen itu seperti kebiasaan ngemil pada saya – susah banget ilangnya, Semakin stress saya *karena beban kerja yg overload atau karena mikirin ini itu* makin banyak saya ngemil. Tapi kalau lagi asyik sama sesuatu *keasyikan kerja, jalan jalan ke Mall, ke salon – pokoknya melakukan hal hal yang mengasyikan menurut saya* saya bisa lupa ngemil tuh.. Dengan analogi seperti itu, maka saya niat untuk ngajak Syauqi bersenang senang malam ini. Melakukan sesuatu yang membuatnya takjub – heran – tapi senang..๐Ÿ™‚ . Terpikirlah untuk beli buku cerita tentang petualangan dan melibatkan hal hal yang sangat menarik buat syauqi. Cerita tentang pesawat atau helicopter sepertinya cocok, mengingat betapa tertarik dan hebohnya dia kalau ada berita atau gambar pesawat / helicopter di tv.

Selasa sore – sepulang kantor, Saya mlipir ke Gramedia. ย Cari buku anak murah yang ceritanya membuat syauqi tertarik . Sore itu saya dapat 2 buku (tentang si monyet george yang berpetualang dengan balon udara dan cerita tentang Bandara berikut Pesawat). Owh tak lupa saya beli nescafee mocca kaleng, minuman favorit yang selalu sukses menemani saya lembur. voila , Perbekalan lengkap!!!Dan malam itu saya sangat percaya diri dan merasa sanggup untuk menemani Syauqi sampai jam berapapun..

Dan memang, Syauqi nampak sangat excited dengan buku buku yang saya belikan. Beberapa kali dia mlongo keheranan kala melihat gambar george saat memanjat balon udara. Suasana bandara yang tergambar di buku cerita juga mengingatkannya akan pengalaman pertamanya naek pesawat. Agak capek memang karena harus tetap bercerita berulang ulang dengan suara keras dan diayun ayun, Sambil sesekali memainkan tangan di udara, seolah olah tangan itu adalah pesawat.

2 buah buku cerita baru dan sebotol susu nampaknya cukup ampuh untuk membuatnya mengantuk. Alhasil malam itu, Syauqi tidur lebih cepat , jam 22.00 – tanpa meminta nenen, tanpa sedih sedih dan tanpa terbangun di malam hari. Malam itu giliran saya yang mlongo akibat gak bisa tidur sampai hampir jam 1 dini hari. Efek kopi itu memang terasa dasyaaat malam itu..:mrgreen::mrgreen:

Hari hari setelahnya berlalu nyaris tanpa hambatan, meskipun nampak kalau syauqi sangaaaat kangen sama ‘nen nya. Berkali kali dia minta untuk peluuuk peluuuk nenen.. Atau meminta sama Eyang mama, “mamah, boleh ndak Oi cicip nenen mamah”ย :mrgreen::mrgreen: Yang tentu saja ditolak mentah mentah sama mamah, dan ditanggapi dengan cengiran lebar ala Syauqi…tapi Alhamdulilah, hanya sebatas itu aja..

Oia, sejak disapih, Syauqi jadi tambah doyan ngemil, makan tetep banyak dan mimik susu juga lebih banyakk, Alhamdulilah..Kalau dampak ke Bunda nya sih, nyaris nggak ada kecuali keinginan ikut aerobik biar langsyiing. Karena produksi ASI yang sudah menipis, saya juga nggak merasakan yang namanya sakit dan bengkak di PD selama menyapih ini..

Dan puncaknya, wiken ini, Syauqi menolak mentah mentah waktu saya tawari ‘nen, Maturnuwun gusti, untuk semua kemudahan dalam proses penyapihan ini.

Ada 4 point yang perlu digaris bawahi dalam proses menyapih cara kami..

1. Saya menentukan waktu menyapih dengan tanpa sengaja. Rasanya feeling aja kalo saat itu, Syauqi bisa disapih. Saya memanfaatkan sakit saya untuk ‘mempengaruhi’ syauqi supaya tidak nenen. Syauqi nggak suka sakit pilek – makanya dia nggak mau nenen, takut tertular.

2. Libatkan suami. Meskipun suami jauh, tapi saya merasa perlu melibatkan suami dalam proses ini. Memintanya untuk menghandle si bocah di malam hari untuk melakukan hal yang menyenangkan bagi keduanya. Dalam kasus saya, Ayah lah yang mendampingi syauqi di malam pertama dia ‘lepas’ nenen. Ayah juga yang menenangkan syauqi (dan saya) saat datang masa masa sulit – meskipun hanya lewat telpon.๐Ÿ™‚

3. Jaga selalu mood anak. Rasanya nggak berlebihan kalo seminggu kemaren, kami menyediakan cemilan lebih banyak dari biasanya – dan membongkar kembali koleksi buku buku syauqi. Membacakan cerita secara lebih dramatis, agar mood nya membaik.

4. Jaga Kondisi Ibu. Terutama di bagian susah tidur dan saat anak terbangun tengah malam.

Dan, jangan lupa berdoa, Smoga Allah memberikan kemudahan kepada kita…๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚

11 Komentar

Filed under parenting, syauqi ku

11 responses to “Daily Report #2 , Menyapih cara kami…

  1. Plok..plokk…plokkkk….!!
    Selamat yah Put, akhirnya berakhir dengan indah juga, hehehe… Kalo Raja masih dalam proses nih, kemaren2 udah hampir berhasil, tapi trus kena batpil, balik lagi deh kegilaan sama mimid nya, tapi gak apalah, pelan2 juga pasti bisa.

    Btw, pas baca bagian yang begadang itu, tau gak yang kupikirkan apa??? Berarti kegilaan ku sama kopi lebih dari dirimu ya Put, soalnya dirimu bisa begadang hanya ditemani nescafee kaleng ajah, kalo aku untuk bisa begadang kalo gak kopi pait sekalian ato minimal 5 gelas cofeemix..hihihi…makanya setelah hamil dan menyusui aku hampir gak bisa begadang lagi soalnya sebisa mungkin sehari paling banyak 2 gelas cofeemix ajah:mrgreen:

    • putilaksmi

      wadeehhhh, sekaleng nescafe ajah udah sukses bikin saia ndak tidur semalam loh lis…

      Anyway, ada rasa legaaa luar biasa setelah berhasil menyapih tanpa pemberontakan.. Tapi kok, rasanya kayak ada yang ilang yaaa??๐Ÿ˜ฆ๐Ÿ˜ฆ

      kadang Oi masih bangun tengah malam, trus minta dipeluuk -mungkin sebagai ganti mintak nenen, kenceeeeng banget… sedih aku kalo ada adegan gini..๐Ÿ˜ฆ๐Ÿ˜ฆ

  2. Wah…, beberapa saat gak berkunjung udah wajah baru nih blog nya๐Ÿ˜€

    selamaaatt ya, akhirnya “lulus” juga penyapihannya๐Ÿ™‚
    btw, proses penyapihannya boleh juga di contek hehehe๐Ÿ™‚
    oh iya, fotonya syauqi yang rambutnya joconk keatas lucuuu bgt๐Ÿ˜€

  3. Thanks banget sharingnya bun. Ayoooo semangat menyapih hehehe๐Ÿ™‚

  4. Lah ko gw jadi ikutan nangsi bacanya yah *ambil tisssue lagi padahal dah abis 2 lusin*. Hiks hiks lagi mellow neh Put secara Ayahnya Zahia dinas liar lama amith, baru pualng hari Rabu๐Ÿ˜ฆ

    Thanks sharingnya. Indah banget prosesnya Put. Semoga gw bisa secepat mungkin merealisasikan. Soalnya gw pengennya seh tar kalo ke-hamdunan ini udah 7 bulanan, Zahia musti berhenti nenen. So far seh sekarang nenennya cuma kalo mo bobo doang (siang / malem). Tapi kalo manjanya lagi keluar yah abis amen minta dipeluk trus njilat2 nenen hehehe

    Btw gw salut sama lo, Jeng Allisa, dan keluarga2 laennya yang kudu ngejalanin idup jauh dari laki, ketemu seminggu sekali. Gw juga bisa dibilang ampir kaya begituh seh, coz laki gw berangkat dinas Senen, wken baru pulang. Tapi alhamdulillahs ering juga kalo lagi demen meeting stay di Miri ajah bisa ampi semingguan๐Ÿ™‚

    • putilaksmi

      gw bisa tahan jauhan ama suami, mungkin karena bokap nyokap ikut san. Kalau nggak? udah mellow kaleee tiap hari…๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€
      semoga nanti diberi kemudahan menyapihnya yaah say…
      sehat sehat yak bumils…๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

  5. hiks..jadi ikutan nangis juga..๐Ÿ˜ฆ
    perjuangan yang berbuah indah ya bunda..n SELAMAT YA!!
    aku juga lg proses nyapih kedua setelah nyapih nenen skr mau nyapih dot botol..susah jg๐Ÿ˜ฆ

    • putilaksmi

      NAH!!!!!! itu diaaa, katanya menyapih dot lebih susahhhhh…:mrgreen:
      tapi aku akan berusaha jeng…
      smoga Allah kasiy kemudahan
      AMIN!!!!

  6. Lia Ismayanti

    aq lg cari2 cara menyapiih, eeh ketemu tulisan ni.. alhamdulillaah, dapet pencerahan niih… anakku 1 mggu lagi 2 tahunnih, dia g pernah kenal susu botol, dh beberapa hari ni dicoba utk minum sufor dg berbagai gaya (Hadeeeeeuuh, dah pke gelas n sendok, sedotan, dot), tp tetep susah… skr lg mutar otak lg niiih, gmn caranya mengganti posisi nenen dikerajaan hati nya, alaaah.. btw thx yaaaa….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s