hanya ada aku dan dia…


#hari ke 6…

hanya berdua , aku dan dia (anakku)..
Kala pagi datang, pelan namun tergesa, kuangkat tubuh ini dari ranjang besi tua dengan kasur kapuk yang, entah..sudah berapa abad tidak dijemur dan di isi ulang kapuknya..
Beberapa pekerjaan sudah menanti, sebelum aku berangkat ke kantor nanti.
Tapi, diatas itu semua, yang terpenting adalah, menjaga mood si dia untuk tetap baik, dimulai saat dia membuka mata..

Dan, tibalah waktunya aku berangkat kantor, dan dia pun tak pernah mau untuk kutinggalkan di rumah kos ini. Padahal, ada orang yang bersedia menjagamu selama aku bekerja di kantor yang hanya berjarak 1 km dari rumah..
Di kantor, dia pun tak mau kalah, selalu ikut sibuk bekerja..
Namun siang ini, aku kewalahan, dengan segenap bujuk rayu, kuminta dia untuk pulang saja ke rumah – ada data perusahaan yang harus aku sampaikan siang ini, secepatnya.
Dan dia menolak. Dia bilang, kalo dia juga ingin bekerja, biar dapat uang untuk beli mobil mobilan katanya..๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Akhirnya, aku ajak dia pulang. Aku titipkan sejumlah uang pada ART di kos untuk mengajaknya keluar sebentar, beli balon…
Bergegas kubalikan arah menuju kantor, mempersiapkan data yang diminta, dan selesai tepat di menit ke 20…

Setelah itu, kembali kupacu kendaraan ku, menuju rumah kos kami. Dan kudapati dia tengah sibuk berdiri dan tertawa bahagia di depan keran air… Celana dan bajunya nampak basah, tapi aku tidak khawatir kalau dia sakit, sebab kudapati ada binar bahagia terpancar di matanya.. Lalu dengan riang, dia menyapaku, seolah tak ada drama diantara kami pada menit menit sebelumnya..

Bunda, kemana aja?? Tadi Oi cayi cayi.. Bundaaa Bundaaa.. Tadi Oi beli balon, helicoptel, Bagus dehh.. Kalau Bunda ke Kantor gitu, Oi sediih, Oi pengen ikuut, Tapi bunda sibuk yaaa?? Oi sekalang lagi bantu bantu mbak siti… mau cuci piying.. gelas…”

Tak henti hentinya dia berceloteh riang, menceritakan betapa seru petualangannya selama 20 menit kutinggalkan..

Setelah nampak puas bermain, kuhampiri dia. Kuganti bajunya, ku seka badannya, dan kembali kubaluri tubuhnya dengan kayuputih dan bedak.. Dan segera kusiapkan makan siang untuknya, sepiring nasi + ikan goreng + labu siam rebus.. Dengan cekatan dan tanpa diminta, mbak siti menawarkan diri untuk mengambil alih tugas ku menyuapi nya, sambil jalan jalan tentunya…

Usai makan dan sholat, kembali kusegerakan langkah untuk ke kantor, Dia belum juga datang saat aku telah bersiap di belakang kemudi. Namun tak lama, dia datang, memakai sandal – entah punya siapa – yang nampak kebesaran. Tangan kanannya memegang irisan semangka yang sudah hampir habis, dan balon helicopter itu masih digenggamnya di tangan kiri.

Makanan di piringnya sudah hampir habis, dan aku pun kembali ke kantor. Diiringi dengan lambaian tangan – yang masih memegang balon dan semangka- dan celoteh riangnya…

Sungguh, ibu macam apa aku…

Tunggu bunda pulang 2 jam lagi ya Nak?? Mandi sorenya sama bunda aja yaa? trus nanti biar bunda juga yang suapin makan sore nya.. Yang cepet makannya, biar kita bisa liat bernard – shaun the sheep – upin ipin sama sama yaa? Bunda tunggu cerita seru Oi 2 jam lagi..
#mellow..

9 Komentar

Filed under parenting, syauqi ku

9 responses to “hanya ada aku dan dia…

  1. wow. tulisan mu kok bagus-bagus sih ?๐Ÿ˜ฏ

    kunjung balik ya kawan๐Ÿ˜‰

  2. Enno-Mama Fira

    Yah… kadang terpikir juga olehku… “ibu macam apa aku ini???”
    kok nge kost, jput?? the eyangs kemana ???

  3. bekti

    *Berkaca-kaca terharu*
    Karena kadang merasakan hal sama, sedih banget ninggalin anak kalo berangkat kerja. Tapi biasanya anak-anak ga akan sedih kalo dia asiik bermain. Itu sebabnya, biasanya sebelum berangkat dinas liar, aku suka pesen sama suami supaya ngajakin Jos ketempat-tempat yang menyenangkan hatinya, entah ke taman, liat kerbau… tau kan, to kill the time biar sedikit mengobati rasa kangen dia ke mamanya, hiikss…

    • putilaksmi

      yak benerrr banget. Oi juga kalo lagi maen ‘lupa’ sama semua nya.. Seneeeeeng banget kayaknya..

  4. Mbrebes mili moco tulisanmu put,
    Palagi mbayangke pas dirimu wktu itu crito klo lagi ngekos sama oi,apalagi dalam waktu yang “lama”

    Sekali lagi dilema ibu bekerja, pilihan yang entah kita sadari bisa menerima atau tidak, secara langsung ikut dijadikan pilihan untuk anak atas nama demi masa depan yang lebih baik…sering membuatku tutup mata takut melihat realita, karena membuatku seringkali mbrebes saat menemani tidur nyenyaknya, karena masa-masa “bahagia” tak akan pernah terganti, bahkan waktu tak akan mengijinkan berputar pada titik yang sama…

    #Selalu berbuat yang terbaik, dengan mendendangkan nyanyian ketika tidur, mendongeng, mengajak dia bermain apapun wlo raga sudah tidak sanggup , akh sebagai pelipur lara…untuknya kataku walau dibalik hatiku, itu lebih tepat ditujukan untuk diriku sendiri yang amat sangat lara melihat wajah polosnya.ikutan curhat dot com

    Semangat ya put.๐Ÿ™‚

    • putilaksmi

      maturnuwun dukungane… tinggal menghitunghari iki..
      minggu depan, smoga si bocah bisa hidup normal kembali.. amiiin

  5. Ibu macam apa? Ibu yang baik menurutku, Put. Ibu yang bela-belain apapun utk kebaikan anaknya. Apapun pilihan yang kita jalani, kiranya Tuhan memberkati agar semuanya membawa kebaikan untuk anak kita. Semangat terus ya put๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s