#hari ke tujuh..


Pagi tadi, dia terbangun dengan mood yang jelek. Mungkin karena rasa bersalah yg muncul setelah 3 x ngompol dalam semalam..

Menangis, merengek minta gendong, dan menjejak jejakkan kaki mungilnya yang kuat itu ke segala penjuru kasur..

Badan ini sudah terlalu capek untuk marah, sudah terlalu banyak kata2 yang harusnya tidak diucapkan di depan bocah sekecil itu..

Akhirnya kurebahkan kembali badan ini disebelahnya, Dan seolah sedang menceritakan curahan hati kepada Allah, Sang pemilik hidup, Aku berkata,
” Ya Allah, Bunda sediih sekali. Knapa anak bunda rewel skali pagi ini?? Padahal bunda harus cuci kain dan baju bekas ompol, harus siap2 ke kantor, siapkan Oi sarapan. Bunda minta dituker aja anaknya ya Allah, Bunda mau anak yang soleh, nurut, sayang sama bunda, boleh ya Allah??”

Seketika ada 2 tangan mungil menempel di pipiku. Mulut mungilnya berucap, “Bunda jangan sedih, kan ada Oi”

Ahhaahaaay, geli aku melihat gayanya yang sok sangat dewasa…

Siang ini, aku mengantarkannya pulang ke kos untuk makan siang dan istirahat setelah capek mengikutiku ‘kerja’. Kepadanya aku berkata, “Oi dirumah aja ya, siang ini bunda mau ‘jalan’ ke Bank dan kantor pajak, Oi di rumah, biar bisa istirahat. Nanti malam kita main lagi.”

Lalu dia menjawab, “Iyah bunda, Oi di rumah aja, tapi nanti Oi yang parkirkan mobil bunda keluar.”

Tampak kembali kulihat lambaian tangan dan ucapan dadah plus ati2 yang terucap dengan nada riang..

Dan malam ini, dia duduk melantai bersama, ditengah keluarga bapak kos, mewakiliku yang luar biasa mual dengan aroma buah yang menusuk hidung itu. Ya, malam ini keluarga bapak kos makan duren bersama. Sementara aku ngumpet di kamar, dia sibuk tebar pesona dengan keluarga bapak kos.. Tanpa malu malu dia bertanya, “nanti kalo Oi mau lagi duriannya, dikasih ya Pakdhe?”:mrgreen:

Anakku, kelak suatu saat engkau sudah tumbuh dewasa dan keadaan memaksamu untuk hidup prihatin dan jauh dari keluarga, fasilitas dan kenikmatan hidup. Baca tulisan bunda yang ini ya Nak?..🙂

Tulisan bunda yang ini akan mengingatkanmu, betapa hebatnya dirimu, di usia ke 32 bln, kamu mampu untuk hidup dalam kondisi apapun dan Mudah menyesuaikan dengan lingkungan mu..

Anakku, sungguh gak mudah melewati ini smua tanpa kerjasama yang baik dari mu.. Makasih untuk malam2 tanpa rewel yg berlebihan, makasih untuk tetap makan meskipun awalnya susah ya Nak?😀 . Dan trimakasih karena telah memberiku contoh untuk dapat hidup dalam kondisi apapun.

Maafkan bunda kalau terkesan memaksamu untuk melewati ini semua, bunda percaya, suatu saat kau akan mengerti..😦

Bunda sayang sama Oi..

6 Komentar

Filed under parenting, syauqi ku

6 responses to “#hari ke tujuh..

  1. Enno-Mama Fira

    Sabar puuut… sabaaarr… *walopun sampe sekarang aku tak tau hal apa gerangan kamu dan oi harus kembali ngekost*…
    Yang tegar yah… kita kan wanita perkasa… Hehehehe ….
    Padahal ini juga lagi sedih dan berkaca kaca baca tulisanmu.. hiks.. hiks…

  2. Tulisannya bikin sedih, Put.

    Semoga bisa segera dpt pengasuh yang terbaik untuk Oi ya Put🙂

  3. Hiks..ikut sedih. Be strong bun. Oi Insya Allah lama2 mengerti. Keep smiling🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s