Ayooo, sekolah…


Memang nampak gampil saat memutuskan untuk nyari sekolah bermain buat Syauqi.

Sekolah. Bermain.

Mestinya cari sekolah yang memang dipakai untuk si bocah maen maen. Tapi kok yo angeel men too...

Awalnya memang sempet bikin ‘syarat’ sekolah bermain buat syauqi disini. Tapi seiring dengan waktu, banyak bangettt ngeeett penyesuaiannya yaaaahh.. nyehehehhehe..

Sejauh ini, kita ( saya dan Ayah Oi) cuman survey di 4 eh 5 sekolah bermain/ tempat kursus buat syauqi.. Dan, karena sekolah Musik / pengenalan terhadap musik bagi anak (anak ) saya nantinya hukumnya wajib, maka setelah ikut free trial di sekolah musik yamaha, tanggal 22 Mei kemaren, Syauqi resmi terdaftar sebagai siswa di sana dan akan memulai kelas perdananya pada Agustus nanti.

Sekolah Musik Yamaha – Lampung

Di lampung sekolah ini terletak di Mall Chandra, Mall favorit kami. Syauqi kami daftar kan untuk kelas Music Wonderland yang memang dibuka untuk anak berusia 3 – 5 tahun.  Disini, Anak akan belajar 1 kali dalam seminggu (selama 1 tahun), dan kami memilih kelas wiken (hari sabtu) untuk  Syauqi,  Karena untuk music wonderland, anak WAJIB didampingi oleh ibu nya. Oia – biaya pendaftaran adalah 300.000, uang buku 350.000 dan monthly fee kelas wiken 328.000

Apa saja yang diajarkan di kelas??

Di kelas ini, anak hanya diajarkan untuk ‘merasakan’ musik (ketukan , nada keras – lembut, suasana yang muncul karena musik). Sesekali guru di kelas akan mengajak si anak untuk menyalakan electone ( 1 anak 1 electone) dan memencet beberapa tuts nya. Jadi, jangan harap anak akan mahir bermain piano saat dia lulus dari kelas ini… heheheheh,  ‘Merasakan’ musik akan membuat emosi anak menjadi lebih baik, begitu kata kak diana (guru kelas).

Di akhir kelas, Kak diana menceritakan pengalamannya yang memang mengikuti kelas musik di Yamaha sejak dia masih kicik😀 . Menurutnya, Gak ada ruginya kok, belajar musik sedari dini. Apalagi Sekolah Musik Yamaha ini tersebar di berbagai tempat di Indonesia, bahkan Dunia. Oia, kak diana bahkan sempat belajar di sekolah musik yamaha yang di ostrali. Sekolah musik Yamaha, meskipun terkesan seperti kursus (karena diselenggarakan diluar sekolah), ternyata juga mengenal kurikulum yang disesuaikan dengan usia siswa seperti layaknya sekolah. Kurikulum ini disusun untuk anak, mulai usia 3 sampai 12 tahun. Kenapa 3 – 12 th??? karena di luar negri sono, anak usia 3 – 12 tahun belum dibebani pelajaran dan kegiatan sekolah yang berat (aduuuh beda bangeet yaa sama di sini) jadi diharapkan pelajaran musiknya bisa ‘masuk’ tanpa mengganggu sekolah. Dan, masih menurut kak diana, kelas yang ada mayoritas diselenggarakan sore hari agar tidak mengganggu jadwal sekolah anak.

Yang membuat saya tertarik??

Hemmm, saya lahir dari keluarga yang cinta musik dan karena saya dulu juga sempat kursus keyboard (2 level doang:mrgreen: ) di sekolah musik purnomo – Semarang,  Jadi – dari dulu saya memang bercita cita untuk mengenalkan musik kepada anak sedari dini. #gak nyambung ya??😀😀

Yaah, siapa tau ada bakat seni yang mengalir di darah syauqi, paling tidak – kami sudah mengenalkannya sedari dini.

Eh, selain itu – jadi penikmat musik itu menyenangkan loooh.. Gak akan pernah bosen kalo harus mengisi waktu sendirian, karena selalu ada musik yang menemani. Dan menurut saya, penikmat musik sejati – nggak membeda bedakan jenis musik. Mau keroncong – dangdut – jazz – pop – rock, asalkan memanjakan kuping, cukup nikmat juga untuk didengarkan.. heheheh

Oia pas trial kemaren,  kita (saya + Oi) masuk di kelas yang telah diikuti oleh 2 orang siswa – rata2 berusia 3 tahun lebih. Jadi hari itu, memang ada 3 anak yang ikut kelas trial (termasuk Oi) . Selama di kelas, kak diana  membacakan buku cerita ( ada cerita tentang siang – malam, piknik ke gunung, dll) dengan diiringi musik dan lagu. Musik ini berubah sesuai dengan latar belakang cerita. Misal, saat piknik ke gunung – musik yang didengarkan sangat riang seperti lagu lagu mars. Pun pada saat cerita tentang siang. Tapi pada saat cerita tentang malam, musik berubah menjadi lembut dan syahdu. Disini kita bisa melihat, apakah anak terbawa ‘arus’ atau ndak..

Selama mendengarkan cerita, anak diajak untuk menari -bertepuk tangan – kadang memeluk ibu nya – dan memencet beberapa tombol electone (seolah menekan klakson).

Tak hanya itu, nanti di akhir semester / tahun ajaran, anak akan didaulat untuk melakukan semacam ‘pentas seni’ dihadapan teman dan orang tua nya. hmmm, lumayan lah buat latihan supaya berani..

Nah, terus gimana Respon Syauqi selama di Kelas???

Macem macem… Namanya juga baru trial. Kadang dia tertarik dan hanyuut dalam cerita yang di bawakan kak diana. Tapi, namanya juga anak anak, kadang dia lebih tertarik untuk memencet tuts electone, atau melorot ke bawah – memainkan pedal electone.

Bibir nya tak henti berucap, “ini/ itu untuk apa ya BUnda??”😀😀😀

Hmmm, mari kita coba sama sama mulai Agustus nanti ya Nak?? Smoga Syauqi enjoy sama kelas nya..

Awalnya, untuk kursus, saya memang memilihkan 2 kursus untuk Syauqi. Yang pertama di yamaha ini, yang kedua di Creative Kid.

Creative Kid (Art)

Di Lampung, Creative Kid (Art) ada di daerah way halim dan Jl. Raden Intan. Kursus dimulai saat anak usia 3 tahun.

Apa saja yang dipelajari??

Hemmm, cerita singkat dulu deh, Saya pertama kali ‘nemu’ Creative Kid waktu ada pameran pendidikan usia dini di Mall Chandra Lampung. Kita sengaja dateng ke tiap2 stand untuk sekedar ambil brosurnya aja. Tapi tiba tiba, Syauqi ‘belok’ ke stand creative ini, karena dia tertarik sama mobil – helicopter dan rumah rumahan, yang semuanya dibuat dari Lego.

Ya, disini memang, anak diajari untuk menyusun bentuk dari lego. Untuk usia 3 tahun, Lego nya masih soft dan besar seperti batu bata. Nanti, seiring dengan bertambahnya usia, anak akan dikenalkan dengan Lego dengan ukuran yang lebih kecil. Bahkan saat usianya 8 – 11 th, anak mulai diajari membuat lego berbentuk robot / mobil yang bergerak. Tentu saja, rumus matematika+ Fisika yang terkesan menyeramkan akan sangat berperan disini, Sehingga anak bisa bermain – sambil belajar tentunya.

Oia,  waktu saya berkesempatan mengunjungi kelasnya di daerah way halim, saya sempet ngobrol sama ibu guru – nya mengenai gambaran materi yang disajikan di kelas. Menurut si ibu guru yang saya lupa namanya, untuk pemula, anak akan diajarkan Abjad dan warna. Bahasa pengantarnya pun mixed antara indonesah dan enggres. Kursus berlangsung 2 kali dalam seminggu (jam 15.30 – 16.30). Selasa- kamis atau Senin – Rabu.  Biaya Pendaftaran 350.000 dan monthly fee 250.000 .

Hemmm, saya sendiri, jujur, sangat tertarik dengan kursus ini. Tapi karena lokasi yang ‘agak’ jauh dari rumah (sekitar 8 kilo – 20 menit), Dan kursus yang diselenggarakan di sore hari dan jam kerja, Ples – Syauqi yang baru mulai belajar sekolah dan saya ndak mau dia terlalu capek, Maka saya memutuskan untuk menunda memberikan ‘ kelas’ ini untuk Syauqi. Suatu saat nanti, kalau si bocah sudah bisa menikmati ritme kegiatan barunya, dan nampak sangat tertarik dengan ‘kelas’ ini, InsyaAllah Syauqi akan belajar juga disini (ples Ayah dan bunda yang bekerja lebih giat lagi):mrgreen:

Lalu, bagaimana dengan Play Groupnya???loh loh loh, udah kursus – masih juga disekolahin??? Eiiiitssss, mohon sebelumnya jangan menyangka kalo kami ini memberikan kegiatan yang terlalu padet buat si TOle kami yaaaa…😀😀😀 , kalo diliyat memang padeeet (sekolah + kursus) tapi, menurut kami – setelah berdiskusi dengan pak suami, sepertinya ini keputusan yang terbaik untuk kami (saya, suami, syauqi).. Pertimbangan utama kami pada akhirnya adalah, karena Syauqi sudah siap sekolah dan daripada dia di rumah – nonton tivi – corat coret tembok – nyanyi nyanyi sendiri – maen maen sendiri.. Maka akan lebih baik kalo dikasih kegiatan.. Apalagi kelas musik nya itu dilakukan di Mall yang memang kami datengin tiap wiken, jadi si anak dan bunda masuk kelas, si Ayah bisa belanja mingguan *jadi Ayah rumah tangga yang baik ya yah???

Nah, silahkeun disimak yaaaa..

1. RUmah Kreasi Edukasi. (RKE)

Lokasi nya ada di Jalan Sultan Agung (way Halim) hampir bersebelahan dengan creative art – yk, 20 menit dari rumah. Duluuu, Bunda sering banget lewat sekolah ini (rute jalan ke kantor) saat masih dalam tahap pembangunan. Dan sering banget bertanya tanya, sekolah ini – kapan bukanya yaaa?? Sepertinya cocok untuk Syauqi.

Saya terkesan sekali dengan halaman yang luas dengan permainan yang banyak itu. Ditambah lagi mini Outbond di belakang kelas, kolam renang (on progress).

Bulan Mei lalu, saya berkesempatan untuk kesana dan melihat langsung tempat kegiatan belajar mengajar diselenggarakan di sekolah untuk toddler – PG dan TK ini.

Di RKE ini, sistem belajar mengajarnya adalah moving class dengan pola sentra. Jadi anak belajar dengan cara berpindah pindah. Kadang mereka belajar di dalam kelas, kadang juga di luar. kalau pola sentra itu ( ada sentra agama, sentra kreatifitas, dll – mahap nggak kumplit, brosur sontekan ketinggalan di rumah).

Syauqi juga sudah pernah diajak kesini, untuk melihat respon dia terhadap sekolah. Dan memang, terlihat sangat enjoy, takjub dengan banyaknya permainan, dan nyaris ndak mau diajak pulang. hehehhehehe.

Sayangnya, karena kami datang di hari minggu – jadi ndak ketemu sama guru / tim pengajarnya. Kita cuman ketemu sama mbak mbak bagian administrasi yang menerangkan tentang kelas yang diselenggarakan 3 kali seminggu (jam 8 – 10.30), moving class, sentra sentra, bahasa pengantar endonesah –tapi enggres dan mandari bahkan diperkenalkan, 1 kelas 10 – 15 orang murid dengan 2 orang guru,trussss mmmm – oia, ada antar jemput juga disini..

Intinya, menurut kami sihhh, sekolah ini punya prioritas utama untuk mengembangkan kreatifitas siswa, pengenalan agama yang menjadi prioritas utama kami juga diberikan – tapi sesuai porsinya – karena ini adalah sekolah umum.  Biaya pendaftaran 3.025.000 (termasuk SPP (250.00/bln), biaya wisuda, seragam, tas, CD program untuk anak, buku – dll).

2. Sekolah Baitul Jannah

Sekolah kedua yang kami survey, letaknya sekitar 2 kilo dari rumah. Relative dekat, nggak sampe 5 menit udah nyampe. Eh, sumpah kadang saya iriiiii banget sama bundit atau teman teman yang bisa menemukan sekolah dengan kualitas bagus dan jarak yang dekeet dengan rumah.😀😀😀

Tapi mengingat di lampung ini, ndak ada macet dan kemana mana dekeet:mrgreen: , jadi saya memaklumkan diri aja dehh…😉

Nah, Balik lagi ke Baitul Jannah yaaa, sesuai dengan namanya, Sekolah ini merupakan sekolah PG – TK – SD Islam Terpadu. Waktu berkunjung ke sekolah ini, Masjid yang Besar dan mengah menyambut kedatangan kita di Halaman depan. Dan, karena kami datang di hari kerja – kami pun berkesempatan untuk bertemu dengan beberapa orang guru yang menurut kami, nampak sabar.

Berbeda dengan RKE, di BJ kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di dalam kelas. Kelas nya cukup luas dengan pendingin ruangan dan kamar mandi dalam kelas. Tapi, meskipun belajar di dalam kelas, kadang anak2 juga diberi kesempatan untuk bermain di luar dan mengunjungi  tempat wisata di lampung. Suasana agamis sangat terasa disini – pengenalan agama juga diajarkan sedari dini (latihan Qurban – manasik haji – bahkan Iqro juga dikenalkan disini), gak tau kenapa tiba tiba hati ini rasanya sreg dan nyaman.

Oia, di dalam kelas yang nantinya diisi oleh 10 siswa dan 2 orang guru ini, disediakan loker untuk tempat anak menyimpan perlengkapannya, dan supaya lebih mempermudah (karena anak belum bisa membaca) di locker ditempelin foto keluarga si anak *yakkk, mari siap siap bikin foto krluarga kece :mrgreen: . Waktu kami menyinggung masalah toilet training pupup Syauqi yang masih on progress dan kemungkinan si Tole yang sekolah sendiri tanpa ditemani siapapun, si ibu guru berkata, ” Disiapkan saja baju dan celana ganti, handuk dan sabun Bunda? Nanti biar kami yang ganti dan bersihkan“.. Fyuuuh, ademmm betull dengernyaaaa

Sekolah ini juga menyediakan antar jemput, yang didampingi oleh ibu guru. Sreg memang, tapi saya masih mikirin tentang kelas nya yang dilaksanakan senin – jumat. Jam 08.00 – 10.30. Tapi menurut bu guru nya, kalau memang siswa ingin masuk 3 kali seminggu – maka jadwalnya akan disesuaikan dengan teman teman lain, agar tak ketinggalan #maksudnya disesuaikan piye ya? kok aku masih binun??

Setiap Jumat akan diadakan pengenalan ekstra terhadap agama disambung dengan jumatan, sementara hari kamis adalah hari makan bersama..

Tapi masih ngganjel nih yang 5 hari masuk itu, Kalo anaknya seneng sih ndak papa. Tapi kalo masih mood mood an kan payah.. hehehehe, Tapi mungkin bisa pake trik masuk 3 x seminggu di semester 1 dan full 5 hari seminggu di semester 2 (yaaaa, itung2 belajar TK)

Respon Syauqi gimana?

Seperti di RKE, syauqi juga nampak senang – sepertinya anak ini memang siyap untuk sekolah😀😀 . Bahkan dia mintak kertas dan pensil, “untuk tulis tulis,”  katanya😀😀

Dengan bahasa pengantar adalah bahasa indonesia, Biaya Pendaftaran yang harus kami keluarkan adalah sebesar 3.050.000 (termasuk seragam, SPP bulan 1, uang gedung, dll).

3. Sekolah Global Surya

Letaknya tinggal nyebrang aja dari rumah kontrakan lama kita. Tapi kalo dari rumah sekarang, hmmmm – sekitar 4 kilo lah..

Saya suka dengan segala fasilitas yang ada (mini outbond, maenan, kolam renang, lapangan bermain bahkan gedung plus mushola nya) sangat memikat saya..

 Kemaren kita kesana di Hari Sabtu, dan lagi lagi hanya ketemu dengan mbak petugas adm nya aja. Tapi si mbak ini memberikan info yang sangat jelas buat kami.

Jadi, GS ini merupakan kompleks sekolah dari PG – SMP. A National Plus School with International Outlook menjadi jargonnya.

Dan memang rasanya kereeeeeen banget yaa bisa berada disini. Hehehhe, maafkan saya yang katro ini, tapi saya memang cukup surprised dengan sekolah sekolah jaman sekarang. #berasa tua.

Rasanya, sekolah ini sudah memenuhi keinginan saya untuk sekolah Syauqi kelak. Mengingat, meskipun merupakan sekolah nasional – tapi pengenalan agama benar benar ditekankan di sini. Terbukti dengan Mushola yang memang disediakan untuk sholat Dhuhur jamaah bagi siswa nya.. Selain itu, ada juga pengajian untuk orangtua siswa.

Ruang kelas nya juga sangat bersih, ada 2 kamar mandi yang menskipun di luar kelas, di bedakan untuk siswa (warna biru) dan siswi (warna pink). Wastafel pun di design rendah, sehingga bocah bocah kicik ini bisa cuci tangan sendiri.

Oia, untuk fasilitas yang bagus ini dan dengan bahasa pengantar adalah bahasa enggres, Biaya pendaftaran yang harus dikeluarkan adalah sebesar 4.050.000  (termasuk Tuition fee 1, annual activity+events, finger print test, uniform fee).

Sudah bisa dipastikan, saya pasti sangaaat berat memutuskan, mau sekolah dimana Syauqi nantinya. Karena pertimbangan lokasi, RKE secara otomatis saya keluarkan dari list. Sehingga tersisa 2 sekolah yang memang punya tempat di hati saya. Duuuuuh, binguung yaaa??? Padahal anaknya yang mau sekolah, kok ya Ibu nya yang bingung. Padahal mestinya Sekolah, apalagi setingkat kelompok bermain itu, cukup hanya memenuhi kebutuhan anak aja..

Dan akhirnya, keputusan saya serahkan kepada suami – dengan disertai pertimbangan nya yang memang lebih rasional dibanding saya.. heheheheheh . Dan untuk lebih memantabkan hati, akhirnya saya mengajak Eyang mama untuk urun rembug..😀😀

Finally, pilihan Jatuh pada Baitul Jannah. Dengan pertimbangan, Lokasi – pengenalan Agama sedari dini – ibu guru yang sabar, sangat cocok dengan kebutuhan syauqi yang baru akan 3 tahun itu.. Gak bisa dipungkiri, kami memang sangat terkesan dengan GS – tapi untuk usia nya saat ini, insyaAllah BJ adalah pilihan tepat untuk anak kami. Sampai ketemu di survey TK yaa GS???😉😉

Bismillah, semoga pilihan Ayah Bunda dan mama cocok buat mu… Selamat bermain di sekolah Ya Nak??

9 Komentar

Filed under sekolah, syauqi ku

9 responses to “Ayooo, sekolah…

  1. Enno-Mama Fira

    Wah, seru liputannya, put….
    Selamat bermain di sekolah, Mas Oiiiii…….

  2. Allisa Yustica Krones

    Seandainya diriku jadi dirimu, akan berat juga memutuskan Put, soalnya pilihannya keren-keren:mrgreen:

    • putilaksmi

      bener lis, awalnya aku agak ‘menyepelekan’ pilihan sekolah di bandar lampung. Ternyata fasilitasnya mayan juga loh..😉

  3. Emang ya bun, jaman sekarang, anaknya yang mau sekolah, bapak ibunya yang puyeng hehehe, trial sana, trial sini, kayak mau milih mantu aja😀 . Dulu mah gak pakai bandingin, sing penting cedak omah lan murah hehehe. lha dulu kalau di kampung mah, kemana2 juga deket ya? Kalau saya paling bikin deg2 annya kalau Dita mood-mood an itu. Ah, yang penting dijalanin dulu ya bun. Semoga pilihannya memang yang terbaik buat Oi ya bun. Horeee Oi mau sekolah🙂

    • putilaksmi

      hahahah, jadi kebayang, gimana nanti kalo milih mantu yaa bund..wkwkwkwkwk
      Iyah, sama, saya juga takut kalo Oi nya mood mood an..

  4. Sekolahnya bagus-bagus kok, Mbak Puti.
    Sama kayak Mbak Allisa, kalo aku jadi Mbak Puti juga bingung memutuskannya. bener juga kata BunDit, perasaan jaman dulu gak bingung kayak kita gini ya kalo cari sekolahan. Yang penting deket rumah aja. *kakakku masih nerapin kayak gini soalnya*
    Jadi Oi udah positip di Baitul Jannah ya ?
    Semoga Oi enjoy di sekolah baru nya yaaa…

  5. Ping-balik: BiJeBe | when live is like come by to have a drink…

  6. Puti.. Hihihi akhirnya aku pindah juga ke Lampung. Lagi cari tk (pindahan) buat Inan, eh nemu blog ini. Pusing juga secara buta banget segala sesuatu di sini. Inshaallah nanti mau tengok2 yg direkomendasikan deh.. Thank you soso yah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s