3 tahun 1bulan 17 hari…


hahay.. mau cerita si bocah yang udah makin gede aja nih..

sambil nungguin kelengkapan berkas laporan bulanan yang bakal bikin saya gedabrukan hari ini..πŸ˜‰

3 tahun 1 bulan 17hari umurnya hari ini..

gini nih, kalo ndak pernah bikin update cerita si bocah, jadi bingung mau mulai dari mana..:mrgreen:

Yak, mari kita mulai dengan cerita Oi di sekolah..

Mungkin karena saya typical ibu yang santei, maka saya ndak pernah mengulangi apapun yang disampaikan oleh ibu Guru Β  (Baik sekolah Baitul Jannah maupun sekolah musik – nya) Β di rumah.. Pikir saya, untuk permulaan, biar lah si anak ini enjoy dulu di sekolah. Bermainlah sepuasmu, bergaulah sebanyak engkau mau. Asalkan Oi enjoy – senang dan bersemangat di sekolah, saya yakin – apa yang di sampaikan oleh guru gurunya akan diserap dengan mudah oleh otaknya.

Lantas, apa indikator yang menunjukkan kalau si Bocah ini seneeng banget sekolah?? Padahal Oi ini termasuk anak yang agak susah di ‘tanggap‘ (jv = maksudnya susah untuk ditanyai atau disuruh cerita tentang apa yang diajarkan di sekolah)…

Gampang aja, Oi selalu senang kalau tiba waktunya sekolah Baitul Jannah. Di rumah, dia juga seriing menyenandungkan surat pendek, bacaan doa dan juga lagu lagu yang diajarkan di sekolah (dan saya seriing banget kasih kode sama si Ayah atau eyang mama kalau Oi lagi unjuk kebolehan gini) . Atau tak jarang dia menceritakan tentang temannya di sekolah. Tentang si A yang menangis, si B yang pengen maen ke rumah Oi, si C yang mainannya tidak boleh dipinjam, dll. Saya pun lumayan sering ‘ngobrol’ dengan ibu guru nya di Baitul jannah via buku penghubung wali murid – guru. Saat saya tanya tentang Oi di sekolah? Bisa mengikuti kegiatan di kelas tidak? Ibu guru bercerita kalau Oi sangat bisa mengikuti kegiatan di kelas, selalu ceria, tidak nakal dan aktif bertanya. Nilai raport bulanannya pun selalu memuaskan..

Sudah 3, 5 bulan sekolah, Oi sudah dapet 7 bintang, 1 pin dan 1 hadiah dalam rangka 17 agustus – an. Tentunya ini jadi prestasi yang baik, meskipun saya belum pernah meminta secara serius kepada Oi untuk jadi yang terbaik dalam hal apapun. Saya ingin, kesadaran untuk berprestasi – tumbuh dari dirinya sendiri, bukan atas permintaan oranglain. Meskipun begitu, pujian atas apa yang diraihnya selalu saya sampaikan sebagai penyemangat, dan tentunya dengan nada yang berlebihan yaa… seperti “waaww, Oi hebad sekali – bintangnya nambah satu lagi” atau.. “ihh, bunda senang deh – Kata bu guru, Oi…. bla..bla..bla”.

Sebulan terakhir, seiring dengan seringnya dia bernyanyi lagu abjad – lagu huruf hijaiyah atau bahkan menghapal surat pendek, saya mulai sering mengajaknya belajar setiap malam. Awalnya, saya belikan dulu buku buku mengenal Abjad, angka dan huruf hijaiyah. Buku buku itu saya geletakin aja di kamar.. EH, ndak taunya, Oi semangat banget ngajakin, “ayok kita blajar bunda” . Dan saya lumayan kaget saat tau kalau Oi sudah banyak hapalan huruf hijaiyah – nya, biarpun kadang masih suka tertukar dengan abjad latin. Tapi seneeng aja, kok ini anak bisa yaa? padahal bunda nya nggak pernah ngajarin dan mengulang pelajaran di kelas..πŸ™‚

Saya menemukan cara yang asyik buat Oi untuk menghapal abjad, Yaitu dengan cara menyanyi. Misal untuk huruf latin, saya biasa nyanyi ,“A untuk Apel, A untuk Ayam, A untuk Api, dst”.. dengan irama yang saya karang sendiri:mrgreen: . Untuk huruf hijaiyah, saya ganti lagunya jadi, “perahu dan titik nya dibawah?”Β maka Oi akan jawab BA. Huruf BA dan JA jadi favorit Oi. Β Dan Oi kritis sekali bertanya, “kenapa SA – nya banyak sekali bunda?” dan saya musti sabar sambil melet melet dan monyong bilang, kalau huruf huruf itu dibaca tSA SA SYA. Dalam mengajarkan Oi, sayaNggak mau terlalu ngoyo, satu hari kenal 1 huruf aja sudah cukup, lupa pun ndak masyalah, namanya juga belajar. Nanti kalau diulang ulang kan jadi inget.πŸ˜‰

Intermezo dikit Tentang kritis – nya Oi dalam mengamati suatu benda / hal, nampaknya perlu mendapatkan perhatian khusus. Kapan hari dia bertanya kepada saya, “Bunda, kata bu guru, di surga itu banyak mainan dan makanan. Enak deh, tapi kalo kita ke surga itu naek apa ya?” .. Wah, kayaknya saya perlu secepat kilat putar otak untuk mengarang cerita deh.πŸ˜€ ,

Dan akhirnya saya sampaikan ke Oi, “Sama seperti kalau Ayah naek DAMRI, Mau ke Surga harus beli TIKET. Tapi tiketnya nggak bisa dibeli pake uang. TIKET nya GRATIS, jadi kita nggak perlu ngeluarin uang. Tapi ada Syaratnya loh?? Harus jadi anak baik, menurut, tidak boleh rewel, sholeh, suka mengaji, sholat *bla bla bla dan segala kebaikan lainnya* .”πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚

Cerita itu kemudian saya sambung, “Nanti, setelah dapet tiket, kita boleh naek mobil yang sangaat bagus. Hampir sama dengan Lightning Mc queen, warnanya pun merah. Tapi, mobil itu bisa mengeluarkan baling baling – bisa terbang seperti helicopter, bisa juga jadi kapal atau pun kapal selam. Terus, di dalam mobil juga ada tivi besarnya, ada makanan banyak, mainan juga sangaat banyak.” dan bla bla bla.. cerita pun terus berlanjut, sampai akhirnya Oi bertanya, ” Trus kalau sudah sampai surga, kita pulang nya gimana?” . Dan mendadak kok rasanya sediiih banget ya – kebayang bahwa waktu saya untuk bersamanya itu gak banyak..😦😦 , langsung deh rasanya mellow. , Tapi segera saya jawab, “Kalau sudah sampai surga, sudah senang Nak, Makanya nggak mau pulang lagi.”😦😦 . Lalu Oi nggak nanya nanya lagi langsung aja dia ngeloyor pergi, mainan heboh..πŸ˜€πŸ˜€

Lain Lagi waktu Oi mendadak bertanya sama saya sepulang saya ngantor, ” Bunda, kenapa sih smua mobil mainan Oi itu, setirnya ada di sebelah kiri? Kok tidak sama dengan mobil bunda – yang setirnya di sebelah kanan?” Ahhaii.. kok ya ‘nggatek – an‘ banget sih nak.. (jv : memperhatikan) .πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Ok, Balik lagi ke acara belajar di rumah tadi, Seminggu setelah rutin belajar, saat mengantarkan Oi ke sekolah, salah seorang guru menyapa saya dan berkata, ” Di kelas, Oi ini oaling pintar hapalan huruf hijaiyah – nya looh bunda?” . Β Aih bangganya saya, gini yaaa rasanya jadi orangtua, prestasi sekecil apapun yang diraih anak, kalau dipuji orang lain, rasanya banggaaaaa banget… Tetep semangat belajar ya Nak, bunda Bangga sekali sama Oi??

 

Trus gmana dengan sekolah musik nya?

Hmmm….. Lain sekolah di Baitul Jannah, lain pula sekolah di kelas junior music wonderland tiap sabtu siang. Untuk kelas ini, saya selalu ikut di dalam kelas. Mungkin karena efek ditungguin bundanya, Oi jadi agak manja deh. Awalnya, Oi selalu minta ditemenin Bunda kalau harus maju dan menyanyi + menari di kelas. Suara – nya pun nggak pernah kedengeran saat kak diana (guru kelasnya) memintanya untuk nyanyi.😦 . Padahal kalau di rumah, Oi udah hapal banget dengan lagu lagu di kelas nya. Dia selalu menyanyikan lagu kelas musik – nya tiap kali saya play CD – nya di mobil. Bahkan dia sudah paham kalau lagu ini bernada lembut dan lagu itu bernada ceria.πŸ˜€πŸ˜€

Sempet terpikir kalau Oi ini nggak enjoy ikut kelas musik. Atau jangan jangan, anak ini nggak ada bakat?? haduh kasian banget kalau ternyata dia nggak suka, dan ikut kelas ini hanya karena terpaksa ngikutin obsesi emaknya..

Tapi, kalau terpaksa ikut kelas, kenapa Oi selalu semangat untuk sekolah musik?? Bahkan Oi selalu memperhatikan hal hal kecil yang tidak diajarkan di kelas. Misal, saat kak diana meminta murid murid untuk membunyikan beberapa tuts keyboard sebagai klakson / tanda karena ada Gajah (dan binatang lain yang ada di buku music wonderland) yang mau lewat, Bukannya sibuk menekan tuts, Oi malah protes ke kak diana. “Gajahnya tidak ada, yang ada kelinci, ular, monyet.”:mrgreen: *tepok jidat, bingung saya*

Sebelum terlalu jauh dengan pemikiran saya yang sering Lebay ini, saya coba discuss dengan si Ayah. Menurut Ayah, “sebenernya Oi bisa dan senang ikut kelas musik , tapi bunda tau sendiri – Oi suka susah kalau disuruh ‘tampil’ kan?”. Mungkin kita perlu kasih penjelasan dan semangat agar dia mau tampil, pelan pelan aja. Kan ini juga sekaligus melatih keberanian?”

Pelan pelan, akhirnya saya ‘latih’ Oi supaya lebih berani di kelas. Caranya?? dengan cara menunjukkan kepadanya betapa pintarnya si Grace bernyanyi. Grace ini teman sekelasnya – cantik – ceria – pintar dan Oi senaang sekali dan tampak takjub liyat Grace nyanyi dan nari…

Dengan begini, apakah saya Mengajarkan pesaingan sejak kecil???

Hmmmm, rasanya tidak yaa?? saya rasa, saya cuman menunjukkan pada Oi kalau si Grace itu pintar sekali, dan Grace senang juga kalau temannya (which is, Oi) pintar nyanyi..

Bunda : “Oi, Grace keren sekali yaa? pintar menyanyi dia, nggak malu malu lagi”

Oi : “Iya”

B : “Grace pasti senang juga looh, kalau Oi ikut nyanyi, pasti Oi jadi keliyatan kereeeeeeeeen dweh”

Oi : diem aja… Β :mrgreen:

Tapi usaha dan bujuk rayu saya nampak membuahkan hasil. Demi tampil keren di depan Grace:mrgreen: Oi mulai mau ikut menyanyi di kelas dan suaranya pun mulai terdengar. Sesi bermain dan menari sesuai ketukan di depan kelas pun mau diikutinya tanpa ditemani bunda. Oi juga sudah bisa menyalakan dan mematikan keyboard sendiri, tampak antusias saat tiba waktunya menempel sticker di buku, kagum dengan beberapa alat musik yang dikenalkan (triangle , tamborine dan maracas).

 Sepertinya bunda hanya perlu lebih berkenalan dengan mu Ya Nak??😦😦 Karena kekhawatiran bunda seringkali nggak beralasan.

3 tahun 1 bulan 17 hari…

Sehat selalu nak, tetap bahagia dan ceria .. Bunda sayang Oi..

4 Komentar

Filed under syauqi ku

4 responses to “3 tahun 1bulan 17 hari…

  1. Asiknya di sana ada Yamaha Music School ya Put. Di sini belom ada…hihihihi…

    Yang semangat terus sekolahnya ya OiπŸ™‚

  2. enno-mama fira

    Oiiii.. kritis buanget yaaaa.. pinterrrrr……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s