Farewell Sidomulyo…


Sidomulyo adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Indonesia.

Kantor kecamatan ini terletak di desa Sidorejo. Mayoritas mata pencaharian warganya adalah petani.

Sidomulyo terletak di antara Bakauheni dan Tanjungkarang, berkendara dari Bakauheni sekitar 1 jam perjalanan arah barat menuju ke Kota Dalam, kemudian arah selatan sekitar 2 km

Sumber : Wikipedia.

Saya menginjakkan kaki pertama di Sidomulyo, pada Akhir Mei 2009 lalu. Beginilah resiko bekerja di perusahaan yang kantornya ada dimana saja, mulai dari kota besar – sampai daerah terpencil. Beruntung, Sidomulyo hanya berjarak kurang lebih 50 – an kilometer atau 1, 5 jam perjalanan dari rumah saya, di tanjungkarang. Hal itu yang menyebabkan saya, pada akhirnya memilih untuk tetap tinggal di tanjungkarang, dengan konsekwensi harus menempuh perjalanan sepanjang 100 kilometer setiapharinya. Pertimbangan lainnya, tidak adanya Dokter Spesialis Anak dan RS. Ngebayanginnya aja udah repot, ngerii.. kalau anak sakit – dan tidak ada tenaga medis atau rumah sakit yang memadai.😦

Dan, saya juga masih inget, perlengkapan tempur berupa cooler box + botol ASIP , dll yang saya bawa ngantor tiap hari. Waktu itu Oi masih 8 bulan, produksi ASI masih banyak, dan meskipun sudah bercampur dengan sufor tapi saya masih berusaha memerah tiap istirahat siang. ASIP kemudian saya simpan di kulkas punya ibu kantin, untuk kemudian saya bawa pulang sorenya. Banyak temen yang nanya, “Apa itu bu?” dan dengan sederhana saya menjawab, “Oleh oleh buat anak” . .  :)

Hmmm, itulah meja kerja saya. Meja yang selama 2 tahun sembilan bulan menemani saya bekerja. Disini saya pertama kali belajar, menjadi atasan sekaligus bawahan. Belajar memanage pekerjaan yang belum semua saya kuasai dengan baik. Belajar mempercayakan pekerjaan ke bawahan, belajar bersikap adil ke bawahanm , belajar ber koordinasi dengan rekan kerja lain yang semuanya lebih senior.

Banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan disini. Yang paling berkesan adalah pelajaran tentang meminimalkan ego, demi tercapainya tujuan bersama, demi kenyamanan kerja. Belajar bekerja dengan rekan kerja dan atasan yang tidak se visi dengan saya, Belajar mengambil hati dan membuat semua orang bersedia menjalankan aturan yang ada tanpa konflik..

Satu tahun terakhir, bahkan saya harus berkompromi dengan rasa capek dan jenuh. Capek karena harus nyetir pulang pergi ke kantor dengan jarak sejauh itu dan medan yang sulit dan rumit, serta jenuh karena merasa pekerjaan terlalu monoton.

Ngeri rasanya saat harus merasakan macet ber jam jam karena ada kecelakaan lalulintas di jalan lintas sumatra yang saya lalui, Sedih saat hujan turun sangat deras sehingga jarak pandang tak lebih dari 5 meter, Takut dan cemas saat harus pulang malam karena memang ada pekerjaan yang harus diselesaikan.😦😦

Belum lagi, saya merasa pekerjaan yang saya kerjakan ini terlalu monoton. Yaaa, karena merasa sudah menguasai dan scope nya sangat kecil, jadi rasanya permasalahan dari setiap pekerjaan ini sudah bisa ditebak ujung pangkalnya. Apalagi sejak diberlakukannya sistem keuangan imprest terpusat, dimana beban kerja di unit tempat saya bekerja menjadi jauuuuuh berkurang dan terkesan kurang menantang, buat saya.. #sombong, maafkeun:mrgreen:

Rabu, 15 Februari 2012 lalu, setelah dipastikan gagal saat gerilya mengajukan diri untuk mengisi formasi jabatan di Kantor Jakarta,  jam 23.30 WIB  setelah pelaksanaan Rapat Kerja di Kantor Cabang, Nama saya dipanggil untuk menerima amplop coklat. Surat Keputusan Mutasi Pegawai. Masih di Unit terdepan perusahaan ini, yang hanya berjarak 11 kilometer dari Rumah di Bidang Pelayanan Pelanggan.

Suatu keputusan yang mengejutkan bagi saya dan beberapa orang, karena saya yang berlatar belakang accounting serta lahir dan besar di bidang keuangan ini, harus bergeser ke bidang yang katanyaaaa, sedang menjadi primadona di perusahaan ini. Saya yang dalam keseharian berkutan dengan berkas administrasi pembayaran, uang dan siklus akuntansi ini, mendadak harus putar kemudi melayani pelanggan dan bersabar menanggapi komplain pelanggan.:mrgreen:

Seorang teman bertanya,

Teman (T) : “Jadi pindah ke pelayanan pelanggan?”

Saya (S) : ” Iya, udah ada SK nya.”

T : “nggak jadi ke jakarta lah yaa?”

S : ” Belum,🙂 , disyukuri dulu aja yang ini. Alhamdulilah, lebih dekat dengan anak”

T : ” Iyalah”

S : ” Si optimis melihat donatnya, si pesimis melihat lubangnya”

T :🙂 siiip

Ya, sungguh saya bersyukur. Setidaknya jarak kantor yang lebih dekat, membuat saya bisa memaksimalkan waktu dengan Oi di malam hari, tanpa harus merasa capek yang berlebihan. Bahkan sebelum maghrib, saya usahakan untuk bisa pulang ke rumah, untuk bersama sama sholat maghrib di Mushola komplek. Terimakasih ya Allah atas nikmatmu…

Per 1 Maret nanti, Insya Allah saya sudah menempati meja kerja saya yang baru. Yang kata orang lebih complicated dan menantang dari sebelumnya. Saya tau, banyak yang meragukan kemampuan saya.😉 . Do judging me, but It won’t make me down. Saya akan tetap maju, apapun kesulitan yang dihadapi. Saya punya Anak yang harus saya beri contoh. Bagaimana saya bisa mendidik anak saya menjadi laki laki yang tangguh, kalau ibunya sendiri gampang menyerah..

Maka, Bismillah, semoga Allah meridhoi pekerjaan saya nantinya, dan semoga Allah selalu menyertai dan melidungi saya, Amiin.

Farewell Sidomulyo, terimakasih untuk semua pelajaran berharga selama 2 tahun 9 bulan ini.

Farewell tetemans, mohon maaf atas segala khilaf dan salah yang disengaja maupun tidak. Senang sekali bisa bekerja dan berteman dengan kalian semua. Tetap semangat dan kompak selalu.. *hugs*

16 Komentar

Filed under Uncategorized

16 responses to “Farewell Sidomulyo…

  1. Mba Puti….jadi sekarang di kantor wilayah Bandar Lampung ya?

    Aduh, mengikuti cerita perjalananmu selama 2,9 tahun hatiku terharu…aku tak tau pasti daerahnya, tapi aku bisa membayangkan bagaimana lelahnya PP yang Mba jalani. Semoga, yang sekarang sebagaimana yang Mba katakan dapat memberi hikmah untuk Mba sekeluarga, terutama akan lebuh banyaknya waktu untuk Oi:)

    Duh, salut sama semangat dan komitmenmu Mba Puti…..

  2. Semangat Bunda…insyaALLAH saatnya nanti utk bs berkumpul dg suami akan sgera terwujud.smua ada wktunya yg mmg terbaik dr Allah.Sekali lagi saya sangat bs merasakan apa yg bunda rasakan.yaps,3tahun lebih saya jg merasakan jauh,bosan,capek,sedih,dll krn jauh dr keluarga,seorang diri di luar pulau,tapiii….jika kita renungi semua itu tak selalu duka kan bun,ada sisi positif dan merasakan maksud Allah utk kita.
    Semua mmg kudu disyukuri ya Bun.
    Bersyukurlah kita bun,jika dlm kondisi jauh dr suami msh bs menjalani dg lapang dada,krn ga semua wanita sanggup menjalaninya.
    “wait the true time” yaa bun ^^

    • putilaksmi

      Selalu menaruh prasangka baik sama Allah.. Mungkin susah ya Bund.. tapi InshaAllah akan selalu saya coba…

  3. enno-mama fira

    Selamat puti,,,,, senangnyaaaaaa semakin dekat dengan rumah yah….
    Kudoakan semoga selalu sukses, teman…..

  4. minta pindah ikut suami aja mbak #cari temen

  5. dewi asiah

    Put, semoga aja jadi persinggahan sementara ya… menuju tempat yang dicita-citakan.. salut deh untuk ketegaran dan selalu mensykuri apa yg ada.. insyaallah semua akan indah dan mudah kalau sudah waktunya.. tetap semangat yah..

  6. Alhamdulillah jika bisa lebih baik dan dekat dengan Oi ya Put🙂
    Wah ngliat truck2 di jalan gitu emang ngeri apalagi kl harus pulang mlm..
    Semoga di tempat baru lebih barokah ya buat kerjaan n buat keluarga🙂
    Sukses selalu😉

    • putilaksmi

      Iya, sementara menunggu waktu yang tepat untuk ngumpul sama suami, setidaknya hal ini patut kami syukuri..

      Thanks jeng,, *hug

  7. Ping-balik: Ada syukur dibalik sakit.. | when live is like come by to have a drink…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s