Ada syukur dibalik sakit..


Bermula dari ngilu di pergelangan tangan dan kaki di Rabu 1 Maret 2012, yang nggak terlalu saya pikirkan. Maklum, saat itu tanggal nya berdekatan dengan jadwal ‘period’ saya dan, Di kantor pun – saya sedang sok sibuk dengan job desc yang baru.Β  Jadilah, sejak Rabu sore – saya rutin mengkonsumsi multivitamin – lebih memperbanyak cairan yang masuk dan istirahat / tidur lebih awal. Tujuannya cuman satu, kerjaan di kantor menuntut saya untuk “tidak” sakit dulu.πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Jumat pagi, 3 Maret 2012 – tamu period saya dateng juga, telat seminggu, seperti yang sudah sudah. Saya pikir, kondisi badan ini akan semakin membaik.

Sabtu pagi, bahkan saya masih sempat masak nasi goreng teri istimewa buat pak suami. Meskipun setelah itu sama sekali nggak berselera buat menikmatinya. Hmmm, emang gampang siy – mengetahui kondisi badan saya ini fit atau tidak. Saat saya hilang selera makan, maka bisa dipastikan kalau saya lagi sakit yang ‘nggak biasa’.πŸ˜€πŸ˜€

Hari itu, saya bahkan masih sempet anter Eyang mama ke Pasar, masih semangat anter Oi les musik dan sorenya, rasanya masih ada tenaga extra buat belanja bulanan. Mungkin karena banyak minum dan istirahat – jadi badan ini nggak merasakan demam. Paling sesekali terasa pusing sampe bola mata rasanya mau copot #lebay.

Lepas maghrib, badan saya menggigil. Dan saat itu juga, pak suami yang sudah saya laporin kondisi badan saya sejak hari Rabu, langsung mengambil titah, “kita ke rumahsakit sekarang.” . Saya pun nginyem, manut. Pun saat dokter jaga di UGD meminta untuk, “test lab ya? takutnya DB atau typus.”Β  Yeah, itu yang saya khawatirkan, saya memang punya riwayat sakit typus..😦😦 . Saya juga masih ketawa ketiwi dan becandaan sama suami sambil menunggu hasil lab. Kami berdua menertawakan saya yang saking takutnya sama jarum suntik, meringis ketakutan saat petugas lab bersiap mengambil sample darah saya. Dan… emang ternyata, “kok nggak sesakit yang puti bayangkan ya Yah? atau mungkin, setelah melahirkan – standar rasa sakit puti berubah ya Yah?”πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

30 menit berselang, dan akhirnya, saya mendengar dokter memanggil nama saya. Hasil lab sudah ditangan dokter dan disitu tertera kalau trombosit saya hanya 94.000 dari nilai normal > 150.000 . Langsung deh, dari yang awalnya ketawa cekikikan, kata suami sih, muka saya mendadak memucat dan bibir pun membiru:mrgreen: .. Dokter langsung meminta saya untuk rawat inap, malam itu juga. Dan saya kekeuh, minta pulang dulu, dengan harapan – malam ini trombosit saya bisa naik jadi 200.000 , entah gimana cara nya..:mrgreen:

Dokter mengiyakan, tapi meminta saya untuk kembali keesokan harinya. Dan malam itu, kami pulang dengan membawa 2 liter poc4ri sweat, 1 liter bu4vitajambu, 1 botol sari kurma dan obat obatan dari dokter cencunya.. Saya pun menghypnotise diri saya bahwa saya pasti sembuh, malam ini – sampe besok siang – aku harus habisin perbekalan ini, makan yang banyak, minum yang banyak.. pasti sembuh. Kasian Oi kalo sampe bunda nya harus rawat inap. Mau bobo dipeluk siapa dia?? 😦😦 Minggu malam, si Ayah juga sudah harus balik ke jakarta.. Senin besok, aq sudah harus aktif di ‘meja’ ku yang baru.. Jadi aku pasti sembuh, aku harus sembuh…πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Minggu Siang, setelah 2 kali minum obat dan setelah semua perbekalan hampir habis, Badan kembali menggigil, dan termometer di rumah menunjukkan angka cantik 39.8 … Pak suami kembali mengambil titah, ” Ke rumah sakit aja, Opname ya Bund?” . Maka saya pun pasrah saat melihat suami menata baju baju saya dan memasukkannya ke dalam tas. “Kita bawa ranselku aja, Bunda mau dibawain baju yang mana aja?.

Siang itu, dengan sangat terpaksa, akhirnya saya ngerasain mondok di rumah sakit untuk pertama kalinya.. errr, melahirkan nggak masuk itungan yaaaa??πŸ˜€πŸ˜€ . Trombosit drop ke angka 67.000 , rasanya kembung semaleman nggak ada gunanya juga, mengingat trombosit malah terjun bebas. Menurut dokter, Ada pengaruh dari menstruasi juga, makanya trombosit bisa turun sejauh itu..😦😦😦

Jadi, apakabar Oi selama bunda nya opname??

Awalnya agak ketar ketir juga mengingat Jumat siang, sepulang sekolah, Oi mendadak demam. Padahal, pagi hari nya masih semangat dan heboh seperti biasa. Dan, setelah membaikΒ  di hari Sabtu, Minggu dini hari – Oi sempat mimisan sebanyak 2 kali. Cukup bikin khawatir juga, meskipun Oi punya riwayat mimisan. Maksudnya, rongga hidung Oi memang lebih sensitif sehingga dia pernah beberapa kali mimisan. Tapi, mengingat kejadian kali ini disertai demam pada dua hari sebelumnya, maka kami memutuskan untuk melakukan test lab juga untuk Oi. Dan Alhamdulilah, trombositnya masih 225.000 ( DB – ).

Selama bunda di RS, praktis Oi cuman ketemu bunda tiap jam 18.00 – 21.00. Menurut cerita Eyang mama, Oi juga nggak rewel di rumah. Paling sesekali bilang, “kasian bunda, bobok di RS.” atau ” Bunda kapan pulangnya ya? Oi kangen..”😦😦😦 . Tapiii, cerita itu pun sukses membuat saya mewek mewek di pelukan suami tepat setelah Oi pamit pulang.. Heyyyy, salahkan hormone yaaa?? kalo tiba tiba saya jadi mellow gini!!! :mrgren::mrgreen:

Tiap kali nengok, Oi juga keliyatan sok dewasa. Alhamdulilah, nggak ada adegan sedih sedih, mewek dan nangis tak berkesudahan.. Di mata saya, Oi tetap nampak ceria dan lebih dewasa.

Saya juga bersyukuur sekali, karena selama saya ‘nginep’ di RS, suami mendapat ijin seminggu penuh, buat nemenin saya sampai pulih. Sesuatu yang menurut kami sangat mewah, mengingat kondisi kami yang berjauhan dan mengingat status Ayah yang lagi lagi sedang menjalani probation di kantor barunya *mohon doa yaa?*πŸ˜‰ .

Bersyukur punya suami yang sabar, sabar dan sabar.πŸ™‚ . Sabar menghadapi saya yang rewel nya minta ampuun selama sakit:mrgreen: . Sabar nyuapin, sabar mandiin, sabar dengerin keluh kesah dan amarah:mrgreen: sehingga meringankan segala sakit yang saya rasakan..

Gak lupa bersyukur punya banyak teman yang perhatian. Mulai dari yang siap sedia kalau saya minta bantuan dalam bentuk apapun, sampai beberapa orang yang bersedia menjadi donor saat mengetahui trombosit saya mencapai 29.000Β  dan dokter sudah memberi aba aba untuk tranfusi darah. I heart u all guys.. #very big hug#

Ada syukur dibalik sakit, dalam sakit saya disadarkan, Bahwa bisa makan dengan enak, bisa bernafas dengan lega, bisa menggerakkan seluruh anggota tubuh dengan leluasa, bisa keramas tiap hari,bisa sikat gigi sesering yang saya mau, adalah NIKMAT…πŸ™‚πŸ™‚

Alhamdulilah, setelah 4 hari 3 malam, akhirnya Dokter izinkan saya untuk pulang. Meskipun dengan catatan disana sini dan persyaratan ini itu..

Alhamdulilah, kembali pulang kerumah, kembali dimanja oleh suami dan mama tersayang. Alhamdulilah ada Oi dan Bapak yang selalu menghibur..πŸ™‚πŸ™‚

Alhamdulilah kondisi sudah jauhh membaik dibandingkan sejak hari pertama pulang, sudah nggak pusing dan bahkan hari ini sudah bisa siapkan bekal untuk si Ayah, Ayam Taliwang dan pelencing kangkung. Ya, siang ini Ayah sudah harus kembali ke Jakarta, ada janji dengan kolega nya sore ini. Thanks for the extended weekend Ya Ayah? we’ll gonna miss you..

Esok hari pun, saya sudah harus ngantor seperti biasa. Dan kehidupan kami pun berjalan normal kembali. Ya, normal dalam artian berjauhan seperti ini. Ah, tak mengapa.. dengan seperti ini pun kami tetap saling sayang dan mengasihi. Dengan hidup seperti ini pun, masih banyak nikmat Allah yang bisa kami rasakan..

Maka sambil menunggu tiba waktu nya bagi kami untuk berkumpul, kami akan terus bersyukur atas nikmat yang telah engkau berikan Ya Allah…

Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?).

 

9 Komentar

Filed under husband, myself and I

9 responses to “Ada syukur dibalik sakit..

  1. memang di bandar lampung lg musim banget ya sakit DB
    hmmm alhamdulillah kalo udah sehat jeng puti
    semoga sehat2 selalu & gak sakit lg yaaa
    aminn

  2. enno-mama fira

    Alhamdulillah udah sehat ya puti…. Waduwww.. wanita perkasa ini bisa sakit rupanya…. *hihihii.. ampuunnnn*
    Pelencing kangkung ??? huwaaaa aku sukaaa… aku bilangnya kangkung bumbu rujak…

    • putilaksmi

      Heh, banyak banget yg bilang, “wanita perkasa”..
      malah ada yg bilang, “yaaa, udah pulang ya, saya kan pengen liyat ibuk sakit.”
      hadeeeh, lu kate gw tontonan…
      :mrgreen::mrgreen:

      Iyaaaa, enak bangeettt kangkung nyaaa…. sambel nya tak habisin dewe… mama ku sampe geleng geleng… enak siiiyyyyy….

  3. Haduh trombositnya udah sampe ngedrop banget gitu Mba:( Tapiiii, syukurlah sudah sehatan ya…and semoga sehat terus ya…
    Oi, pasti sangat merindukan Bundanya selama Mba di RS…

    ::mensyukuri setiap keputusan-Nya ya Mba:)

    • putilaksmi

      amiiiinnn, makasiiii ami hanuuun… #peluk peluk#

      iya, trombositnya drop, aku sampe mimisan – biarpun nggakk deras, karena begitu sadar mimisan, aku angkat kepala keatas.. #hadeeeuuuh, nggak lagi lagi dehh…

      Yupe, setuju, menyadari bahwa yang digariskan oleh Nya adalah yang terbaik untuk kita…

  4. Syukurlah udah sehat ya Put dan lebih syukur lagi karena Oi sehat2 aja yaπŸ™‚

    Sehat2 terus ya Put, dan sukses buat kerjaannya yaaπŸ™‚

  5. duhh ternyata abis sakitt…sedih pasti ya pas sakit ninggalin oi..kek aku pas melahirkan anak kedua saja, dipikiran anya dan anya melebihi rasa sakit itu semdiri….
    Sehat terus put ya…juga untuk oi dan keluarga…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s