Jadi, saya mau cerita nih…


Iya, saya mau cerita.. kemana aja selama ini, ngapain aja?? sampe nggak pernah balas comment, ataupun kalau nge – blog, yaa hampa aja rasa nya.. Ceritanya kayak nggak ngalir.. dan jujur, saya nulis eh ngetiknya juga kayak aneeh gitu deh.. #aposehΒ πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚

Intinya, Terhitung sejak akhir juni saya ini menderita sakit Galau lumayan akut, semenjak mengajukan permohonan untuk dapet tiket ke Jakarta ituhh..πŸ™‚

Puncaknya ya di akhir Juli, saat saya dengan sengaja ‘meletakkan’ apa yang selama ini menjadi tanggung jawab saya tepat saat ada restrukturisasi organisasi di perusahaan, demi mendapat tiket itu. Banyak pihak yang menyayangkan keputusan saya, atasan bahkan meminta untuk berpikir ulang. Tapiiii, semua saran itu saya abaikan. Karena saat itu, saya hanya fokus pada satu tujuan, tiket berbungkus amplop coklat itu.. ;p .Pikir saya, tiket itu harus segera saya dapatkan dan meskipun konsekwensi nya adalah melepaskan segala yang melekat sebagai tanggung jawab saya. Keluarga saya perlu saya. Saya punya suami yang harus disupport karir nya, dan saya punya anak yang semenjak lahir harus mengikuti ego saya dan harus jauh dari ayahnya… #kucek kucek air mata elap ingus…😦😦

Sejak itu hari rasanya berlalu lamaaaa sekali. Jujur saya akui, menunggu 6 tahun rasanya lebih mudah daripada beberapa bulan penuh pengharapan. Setiap kali saya meminta pada Allah supaya saya diberi kesabaran dalam masa penantian ini, supaya saya bisa berpikir jernih dan bertindak rasional. Dan memang, semakin saya memohon untuk sabar – semakin Allah memberikan cobaan agar saya menjadi kuat. Dimulai dari efek lepas nya tanggung jawab itu, saya harus legowo menyaksikan satu persatu – apa yang semula menjadi hak dan kewajiban saya – dicabut. Dimulai dari gaji yang berkurang, saya bahkan sudah tidak lagi memiliki user untuk login di beberapa system, berpindah ruangan dan memiliki kedudukan yang sama dengan mereka yang sebelumnya menjadi sub ordinate saya. Meskipun bersamaan dengan itu, beban kerja saya menjadi jauuuuh berkurang. Saya bebas kemana saja saat istirahat siang, dan bisa pulang sangat on time,πŸ™‚ . Tapi itu tetap saja nggak membuat saya jadi pengen nge blog. Saya bingung, mau cerita apa..

Selanjutnya adalah, saya menyaksikan beberapa teman yang berhasil mendapat tiket dengan biaya perusahaan. Tidak banyak, hanya dua. Sungguh saya sakit hati. Bukan kepada teman teman saya, karena saya toh, akan melakukan hal yang sama demi dapetin tiket itu. Saya sakit karena permohonan yang sama, yang saya ajukan november tahun lalu, tidak dikabulkan.😦😦 . Saya tidak tau alasannya, Namun untuk yang satu ini, saya memilih untuk tidak memperpanjang rasa sakit hati saya. Saya mencoba berdamai dengan emosi saya, kembali menyadari bahwa apa yang saya jalani sekarang adalah yang terbaik dari Allah untuk saya. Dan tidak akan pernah berpikir bahwa hidup ini tidak adil, karena saya percaya, Allah memberikan keadilan untuk saya dengan cara nya sendiri..

Akhir Agustus, seiring dengan berakhirnya cuti lebaran, saya kembali menjejakkan kaki di lampung. Men sugesti pikiran saya, bahwa saya kembali ke lampung untuk menjemput impian saya, tiket ke jakarta. Saya bisikkan pelan pada ‘rumah kotak sabun’ kami di jakarta, “nanti kami kembali untuk menetap”.πŸ™‚πŸ™‚

September.. Bahkan tidak ada cerita tentang ulang tahun Oi yang ke 4. Saya hanya memposting beberapa foto nya di Fb. Tapi tidak bercerita apa apa. Dan kami juga tidak merayakan apa apa, karena perayaan ulang tahun Oi , direncanakan akan dilaksanakan bersamaan dengan acara perpisahan dengan teman teman di kelas nya, yang entah kapan akan terlaksana.😦😦

Saat saya mulai merasa jenuh dalam masa penantian, kabar bahagia datang dari mas bastian. Kakak saya yang bekerja di Kalimantan. Mas Bas bbm, tentang progress permohonan pindah saya, dan menyampaikan kalau mendadak sekali dia ‘ditarik’ di kantor pusat Jakarta..

Allah memang memberikan keadilan dengan caranya..

Ya, pindah ke Jakarta berarti bahagia, karena berkumpul dengan suami, menjadi keluarga yang utuh. Tapi bagaimana dengan orangtua saya yang selama ini menemani kami di lampung?

Eyang eyang nya Oi ini emang maunya pulang ke kendal kalau kami nantinya pindah ke Jakarta. Alasan mereka?? Karena lebih nyaman di kampung halaman, lebih mudah jika bapak ingin check up kesehatan di RSI Sultan Agung semarang, dann… ingin lebih dekat dengan cucu nya yg lain. Amirul Dzaki Abraham (Bram) , anak mas bastian, lahir di Kudus bulan Juli lalu, dan hanya bisa ketemu dengan ayahnya setiap 2 bulan.πŸ™‚ , karena sistim kerja mas bas yang 2 bulan di site dan 2 minggu cuti.:( .

Keinginan eyang eyang ini memang, bagaimana supaya bisa membantu anak anaknya. Mereka sungguh bahagia, kalau tenaga dan pikiran mereka masih bermanfaat bagi anak cucu nya. Tapi mengingat kondisi kesehatan Bapak, rasa nya gak sanggup membayangkan kalau terjadi apa apa sementara kami, anak anaknya berada jauh dari mereka..😦😦😦

Maka nikmat Allah manakah yang engkau dustakan???

Saat Oktober ini, tiket menuju jakarta sudah ada di tangan. Allah tak hanya memberi kesempatan bagi saya untuk mengabdi kepada suami, tapi juga menjaga orangtua kami yang semakin rapuh. Meskipun untuk awalnya, kami bakal dipusingkan dengan masalah tempat tinggal..

hehehhehehe..

1 Oktober lalu mas bas sudah menetap di jakarta, masih nge kos deket kantornya. Sambil menyesuaikan diri dengan ritme kerja di Jakarta. Mbak dian (ipar saya) dan Bram akan menyusul di awal tahun nanti. Dan sementara ini, kami baru nyiapin rumah mungil tanpa halaman untuk kami bertiga saja..

Entah gimana nanti, tapi kami yakin, pasti ada jalan.. Dan kami yakin kebersamaan diatas segalanya..

Alhamdulilah..

1 Komentar

Oktober 19, 2012 · 10:19 am

One response to “Jadi, saya mau cerita nih…

  1. Alhamdulillah ikut senang bun, akhirnya sebentar lagi bisa berkumpul dengan suami di jakarta ya. Allah sudah mengatur semuanya. Enjoy the traffic jam of jakarta hehehπŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s